BATAM, Harianco.id – Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (DPD HIPAKAD) Provinsi Kepulauan Riau memperkuat soliditas organisasi pascapertemuan nasional di Depok, Jawa Barat. Langkah ini dilakukan untuk menindaklanjuti pesan kebangsaan sekaligus menjaga kondusivitas wilayah.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HIPAKAD Kepri, Safrizal G. Sitorus, mengambil posisi tegas. Sepulang dari pertemuan nasional yang berlangsung di Depok, Provinsi Jawa Barat, ia langsung menginstruksikan konsolidasi menyeluruh di tingkat daerah. Agenda tersebut bukan sekadar tindak lanjut seremonial, melainkan upaya sistematis memperkuat struktur organisasi di tengah dinamika sosial-politik yang terus berkembang.
Safrizal yang akrab disapa Ucok Cantik menilai, pertemuan Halalbihalal HIPAKAD se-Jabodetabek di Depok tersebut telah memancarkan pesan strategis: organisasi harus solid, adaptif, dan tetap berakar pada nilai-nilai dasar keluarga besar TNI Angkatan Darat. Loyalitas, disiplin, serta semangat kebersamaan, menurutnya, merupakan pilar yang tak bisa ditawar dalam menjaga stabilitas daerah, khususnya di wilayah perbatasan seperti Kepri.
Instruksi tersebut diterjemahkan dalam bentuk mandat kepada seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di kabupaten dan kota. HIPAKAD, kata Safrizal, harus tampil sebagai perekat sosial, terutama dalam meredam dampak dinamika politik. Dalam konteks ini, organisasi tidak hanya berfungsi sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai aktor sosial yang berperan menjaga kondusivitas wilayah.
“Satu Jiwa, Satu Korsa, Satu Komando” kembali ditegaskan sebagai roh gerakan organisasi. Semboyan itu tidak berhenti sebagai jargon, melainkan menjadi prinsip operasional dalam memperkuat kohesi internal sekaligus membangun sinergi eksternal dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan.
Dalam penjelasannya, Safrizal menegaskan bahwa HIPAKAD memikul tanggung jawab moral untuk mentransmisikan nilai-nilai kejuangan kepada generasi penerus, sekaligus menjaga kesinambungan semangat kebangsaan.
Pernyataan tersebut disampaikannya kepada wartawan, Senin (4/5/2026), di kawasan Nagoya Hill Batam.
Pandangan tersebut, lanjutnya, sejalan dengan arahan Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD), Mayjen (Purn) Komarudin Simanjuntak. PPAD diposisikan sebagai simpul strategis para purnawirawan dalam menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, serta menyumbangkan gagasan bagi kepentingan bangsa dan negara. Karena itu, ruang-ruang perpecahan harus ditutup rapat melalui penguatan kebersamaan.
Pertemuan nasional di Depok juga memperlihatkan dukungan dari sejumlah tokoh nasional. Bambang Soesatyo, misalnya, hadir memberikan dorongan moral yang memperkuat legitimasi gerakan organisasi. Di sisi lain, Ketua Umum HIPAKAD Haryara Tambunan menegaskan pentingnya arah kebijakan strategis yang terukur, termasuk penguatan struktur dan perluasan kolaborasi lintas sektor.
Bagi HIPAKAD Kepri, momentum ini dibaca sebagai peluang untuk mempertegas peran. Safrizal menekankan bahwa organisasi harus memberi dampak nyata, baik dalam aspek pembangunan maupun stabilitas keamanan.
“Kami ingin kehadiran HIPAKAD di Kepulauan Riau memberikan dampak yang nyata bagi pembangunan dan keamanan bsngsa. Komitmen ini akan terus kami jaga demi eksistensi organisasi yang bermanfaat,” ujarnya.
Dalam spektrum yang lebih luas, HIPAKAD Kepri juga menyatakan dukungan terhadap kebijakan strategis pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dukungan itu, menurut Safrizal, harus diwujudkan dalam tindakan konkret, termasuk menjaga ruang publik dari disinformasi serta mengedepankan narasi-narasi positif di tengah masyarakat.
Pada akhirnya, konsolidasi ini bermuara pada satu titik: memperkokoh soliditas sebagai kekuatan utama organisasi. Dari pertemuan nasional, HIPAKAD membawa pulang energi baru sebuah dorongan untuk terus bergerak, menjaga persatuan, dan berkontribusi bagi Indonesia yang tangguh, sejahtera, dan bermartabat.
(HS)










