Pertandingan ORADO di PRSU Medan Resmi Luncurkan Aturan Baru Domino 2026, Zero Tolerance untuk Kecurangan.(foto/Ist)
Medan | Harian.co.id,-Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) resmi meluncurkan Pedoman Umum Pertandingan Domino Tahun 2026 sebagai standar nasional dalam penyelenggaraan seluruh event domino di Indonesia. Pedoman ini menegaskan komitmen kuat terhadap integritas, sportivitas, dan profesionalisme dalam setiap pertandingan. Minggu (19/4/2026)
Penyusunan pedoman ini melibatkan tim pengarah yang terdiri dari Yooky Tjahrial, Giri Bayu Kusuma, Ramli, Teddy Gunawan, dan Saifudin Hisbullah. Sementara itu, tim penyusun dipimpin oleh Isra Prasetya Idris, S.S., S.Kom, dengan anggota Dr. Fahrizal, S.Pd., M.Pd, Ir. Eduard Yopi Mangetan, Ridlo Abdi Yuliadi, Ir. Iskandar, Sulhaedir, dan Abdillah Barkah, serta editor Arga, S.Pd., M.Pd.
Ketua Tim Penyusun, Isra Prasetya Idris, menyampaikan bahwa aturan ini menjadi tonggak penting dalam pembenahan sistem kompetisi domino nasional.
“Pedoman ini bukan hanya sekadar aturan teknis, tetapi komitmen bersama untuk menciptakan pertandingan yang jujur, adil, dan bermartabat. Tidak ada ruang bagi kecurangan dalam bentuk apa pun,” tegasnya.
Salah satu poin krusial dalam pedoman tersebut adalah penerapan prinsip zero tolerance, di mana setiap bentuk pelanggaran seperti pengaturan skor, manipulasi permainan, hingga tindakan tidak sportif akan dikenakan sanksi tegas hingga diskualifikasi.

Dukungan dari Sumatera Utara
Di Sumatera Utara, peluncuran pedoman ini mendapat respons positif dari kalangan pegiat olahraga domino. Ketua ORADO Deli Serdang, Zulham Nasution, SE, menilai aturan baru ini akan membawa perubahan signifikan dalam kualitas pertandingan.
“Ini langkah besar. Selama ini kita butuh standar yang jelas dan tegas. Dengan aturan 2026 ini, pemain akan lebih disiplin dan pertandingan jadi lebih berkualitas serta berintegritas,” ujarnya di Medan.
Senada dengan itu, tokoh olahraga dan pembina komunitas domino di Medan, Teddy Gunawan, menekankan pentingnya implementasi aturan secara konsisten di lapangan.
“Yang paling penting bukan hanya aturan, tapi penegakannya. Kalau dijalankan dengan konsisten, saya yakin domino bisa naik kelas menjadi olahraga prestasi yang benar-benar profesional,” katanya.
Sementara itu, pengamat olahraga rekreasi Sumut, Saifudin Hisbullah, melihat pedoman ini sebagai momentum untuk membangun kepercayaan publik terhadap olahraga domino.
“Dengan adanya regulasi yang kuat dan transparan, masyarakat akan melihat bahwa domino bukan sekadar permainan, tetapi olahraga yang punya sistem, etika, dan masa depan,” ungkapnya.

Standar Nasional yang Lebih Profesional
Pedoman Umum 2026 mencakup berbagai aspek penting, mulai dari:
peraturan pertandingan,
etika dan sikap pemain,
peran wasit dan official,
hingga mekanisme review dan arbitrase.
ORADO juga memperketat aturan terkait larangan penggunaan perangkat elektronik, komunikasi tidak sah antar pemain, serta perilaku yang dapat mengganggu jalannya pertandingan.
Dengan diberlakukannya pedoman ini sejak 1 Januari 2026, seluruh event resmi ORADO, baik tingkat daerah maupun nasional, wajib mengacu pada regulasi tersebut.
“Ini adalah langkah menuju masa depan domino Indonesia yang lebih profesional dan berdaya saing,” tutup Isra.
Deli Serdang Siap Implementasikan Pedoman 2026
Sementara itu, Sekretaris ORADO Deli Serdang, Kobul, SE, menyatakan dukungan penuh terhadap penerapan Pedoman Umum PB ORADO 2026 yang telah disusun oleh tim perumus Laws of Domino.
“Kami mendukung penuh pedoman ini sebagai acuan resmi. Ke depan, seluruh pertandingan harus berjalan sesuai aturan agar melahirkan atlet yang berkualitas dan berintegritas,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kejuaraan domino tingkat Provinsi Sumatera Utara yang akan digelar pada Minggu 19 April 2026, sekitar pukul 08.00 WIB, di kawasan PRSU, Jalan Gatot Subroto, Medan, menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet.
“Kejuaraan ini akan diikuti tim kabupaten/kota se-Sumatera Utara dan menjadi bagian dari pembinaan atlet ORADO secara berjenjang,” pungkasnya.(H.01)







