Scroll untuk baca artikel
Artikel

Ratusan Truk Tanah Timbun Rusak Jalan Baru Kelambir, Warga Soroti Proyek Pabrik di Hamparan Perak.

52
×

Ratusan Truk Tanah Timbun Rusak Jalan Baru Kelambir, Warga Soroti Proyek Pabrik di Hamparan Perak.

Sebarkan artikel ini

Sastrawan Pena

Ket. Foto : Timbun Lahan Pengusaha di Hamparan Perak, Ratusan Truk Tanah Lalu Lelang Di Jalan Klambir Lima-Hamparan Perak.(Foto/Ist)

Hamparan Perak | Harian.co.id,-Aktivitas penimbunan lahan berskala besar di Desa Hamparan Perak, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, menuai sorotan warga. Setiap hari, ratusan truk pengangkut tanah timbun bertonase berat melintas di Jalan Besar Kelambir, menyebabkan kerusakan pada badan jalan yang baru selesai diaspal. Kamis,(5/2/2026)

Tanah timbun tersebut diketahui digunakan untuk menimbun lahan seluas sekitar 5 hektare yang rencananya akan dibangun sebuah pabrik. Pabrik tersebut disebut-sebut milik seorang pengusaha berinisial “AW”.

Pantauan tim wartawan di lapangan menunjukkan, truk-truk bermuatan penuh melintas hampir tanpa henti, mulai pagi hingga malam hari. Kendaraan pengangkut tanah tersebut datang dari arah Kampung Lalang menuju lokasi penimbunan di Desa Hamparan Perak. Muatan truk ditutupi terpal, namun diperkirakan membawa beban berat dengan volume besar.

Akibat lalu lintas truk bertonase tinggi tersebut, kondisi Jalan Besar Kelambir yang belum genap satu bulan selesai diaspal kini mulai mengalami kerusakan. Di sejumlah titik terlihat badan jalan mengelupas dan mengalami penurunan.

Tokoh masyarakat Kelambir Lima, Adi Suwarno, mengaku prihatin melihat kondisi jalan yang baru dibangun namun sudah mulai rusak.

“Jalan ini belum sampai satu bulan selesai diaspal oleh Dinas SDA,BMBK Deli Serdang. Kondisinya awalnya sangat bagus dan mulus. Tapi dengan bebasnya truk-truk bertonase berat melintas setiap hari, badan jalan mulai anjlok dan terkelupas. Kalau terus dibiarkan, bukan tidak mungkin jalan ini akan luluh lantak,” ujar Adi, Rabu,(4/2/2026)

Ia menilai, seharusnya pihak pengusaha memiliki empati terhadap fasilitas umum yang digunakan masyarakat.

“Jangan hanya mengejar keuntungan pribadi, tapi merusak infrastruktur jalan yang dibangun dengan uang rakyat,” tegasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan tokoh masyarakat lainnya, Surya Dharmadi. Ia menegaskan, warga tidak menolak pembangunan pabrik maupun penimbunan lahan, namun meminta agar aktivitas pengangkutan tanah tidak merusak jalan umum.

“Kami bukan melarang pembangunan. Tapi ini jalan kampung, baru dibangun, jelas tidak dirancang untuk menahan beban berat. Debu dan tonase sangat berpengaruh terhadap struktur jalan. Kalau perlu, pengusaha menggunakan jalan alternatif. Kalau tidak diindahkan, warga bisa saja memasang portal,” tegas Surya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber terpercaya, proyek penimbunan lahan tersebut membutuhkan ribuan meter kubik tanah, yang berarti aktivitas lalu lintas truk berat diperkirakan masih akan berlangsung cukup lama.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengusaha maupun instansi terkait mengenai izin operasional, pengaturan lalu lintas, serta tanggung jawab pemeliharaan jalan akibat dampak aktivitas penimbunan tersebut.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *