Scroll untuk baca artikel
News

Sengketa Limbah dan Sampah Berujung Aksi Kekerasan di Jalinsum Aekbatu: Lansia Jadi Korban

95
×

Sengketa Limbah dan Sampah Berujung Aksi Kekerasan di Jalinsum Aekbatu: Lansia Jadi Korban

Sebarkan artikel ini

Labusel, Harian.co.id – Masalah pengelolaan sampah yang buruk memicu konflik di Labuhanbatu Selatan. Ketegangan pecah di pinggir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Aekbatu, Desa Asam Jawa, Kecamatan Torgamba, pada Selasa (05/05/2026) pagi. Perselisihan terkait pembuangan limbah dan sampah toko berujung pada dugaan penganiayaan yang menimpa seorang ibu lansia beserta putranya.

Kedua belah pihak diketahui menempati Ruko yang berdampingan, namun dengan jenis usaha yang berbeda. Pihak Sukses Motor merupakan usaha yang bergerak di bidang penjualan sparepart mobil, sedangkan sebelahnya adalah Toko Berjaya yang menjual sembako. Akar persoalan bermula dari kebiasaan pihak Sukses Motor yang diduga kerap membuang atau meletakkan limbah dan sampah usahanya di halaman Toko Berjaya. Praktik pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya ini dikabarkan sudah berlangsung cukup lama dan terus menimbulkan ketidaknyamanan bagi pemilik Toko Berjaya.

Sekitar pukul 08.30 WIB, Ibu Lim Sioe Eng selaku pemilik Toko Berjaya mencoba melayangkan protes karena merasa halaman tempat usahanya terus dikotori oleh material limbah tersebut. Namun, teguran mengenai kebersihan lingkungan ini justru direspon dengan emosi tinggi oleh Edy, pemilik Sukses Motor. Bukannya mencari solusi terkait persoalan sampah tersebut, Edy diduga justru melakukan tindakan fisik dengan menerjang Ibu Lim Sioe Eng.

Melihat ibunya yang sudah berumur menjadi sasaran, Robert selaku putra dari Ibu Lim segera berlari untuk melerai demi melindungi orang tuanya. Nahas, Robert justru menjadi sasaran pemukulan hingga mengakibatkan luka di bagian mulut. Tak hanya itu, baju Robert pun ditarik hingga robek dalam pergaduhan tersebut.

Insiden yang terjadi tepat di tepi jalan raya ini menjadi tontonan warga dan pengguna jalan yang melintas di tengah padatnya arus lalu lintas Aekbatu. Situasi yang semakin tidak terkendali akhirnya mereda setelah sejumlah Wartawan yang kebetulan melintas di lokasi langsung turun tangan. Para awak media ini segera meminta agar kekerasan dihentikan guna mencegah hal yang lebih fatal serta mengimbau kedua belah pihak untuk menahan diri.

Merespons kejadian ini, sejumlah tokoh masyarakat setempat angkat bicara dan meminta agar pihak Polsek Torgamba segera turun ke lokasi untuk memberikan edukasi serta melakukan mediasi di antara kedua belah pihak. Harapannya, kehadiran pihak kepolisian dapat memberikan pemahaman mengenai aturan ketertiban umum dan etika bertetangga, agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

“Kami berharap Kapolsek dan jajaran segera bertindak memberikan edukasi agar masalah limbah dan sampah ini tidak lagi memicu tindakan anarkis yang merugikan warga,” ujar salah seorang tokoh masyarakat di lokasi. Hingga saat ini, insiden tersebut masih menjadi sorotan warga Desa Asam Jawa yang menginginkan suasana usaha yang kondusif dan tertib di sepanjang Jalinsum.

Laporan:
Abner Hasan Pasaribu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *