Scroll untuk baca artikel
News

Arang Briket dan Jalan Baru Ekonomi Rakyat Berbasis Lingkungan

43
×

Arang Briket dan Jalan Baru Ekonomi Rakyat Berbasis Lingkungan

Sebarkan artikel ini

Opini

Oleh: Edi Marbun
Sekretaris Jenderal Satgas Inti Prabowo (SIP)

Medan | Harian.co.id,-Indonesia tengah berada pada persimpangan penting antara tantangan ekonomi global dan peluang besar ekonomi hijau. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), relokasi industri ke luar negeri, serta ketergantungan terhadap produk impor harus dijawab dengan keberanian membangun ekonomi rakyat yang mandiri dan berkelanjutan. Salah satu sektor yang memiliki potensi nyata namun belum digarap maksimal adalah pengembangan arang briket atau briket arang berbasis limbah organik. Minggu, (8/2/2026)

Pemanfaatan limbah seperti tempurung kelapa, serbuk kayu, ranting, hingga kulit padi sejatinya merupakan solusi dua sisisisi, menyelamatkan lingkungan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Produk arang briket Indonesia bahkan telah terbukti diminati pasar internasional, dengan nilai ekspor yang terus meningkat dan menjangkau negara-negara Timur Tengah, Eropa, hingga Amerika Serikat.

Fakta ini menunjukkan bahwa ekonomi rakyat berbasis lingkungan bukan sekadar wacana, melainkan peluang riil. Namun persoalannya, manfaat ekonomi dari sektor ini belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat bawah, terutama pelaku UMKM dan kelompok usaha desa. Masih terdapat kesenjangan antara potensi besar yang dimiliki Indonesia dengan keberpihakan kebijakan yang dirasakan masyarakat.

Saya berpandangan, sudah saatnya negara hadir lebih konkret. Pemerintah perlu mendorong transformasi ekonomi kerakyatan melalui penyediaan alat produksi, pendampingan manajemen usaha, standardisasi mutu, serta pembukaan akses pasar ekspor bagi UMKM. Koperasi Merah Putih, Danantara, serta lembaga pembiayaan dan pendampingan lainnya harus menjadi ujung tombak dalam membangun ekosistem usaha rakyat yang kuat dan berdaya saing.

Selain itu, para buruh yang terdampak PHK sejatinya merupakan aset bangsa. Mereka memiliki keterampilan teknis dan pengalaman industri yang sangat berharga. Jika difasilitasi dan diarahkan ke usaha produktif berbasis komunitas seperti industri briket maka akan lahir perusahaan-perusahaan rakyat yang tangguh, mandiri, dan berorientasi ekspor.

Kebijakan pembatasan produk impor tertentu juga perlu ditempatkan dalam kerangka perlindungan industri dalam negeri. Negara harus memastikan bahwa produk-produk rakyat mendapat ruang di pasar domestik, sekaligus didorong untuk menembus pasar global. Ini adalah bagian dari strategi besar membangun kedaulatan ekonomi nasional.

Arang briket bukan hanya komoditas energi alternatif. Ia adalah simbol kebangkitan ekonomi rakyat yang berpijak pada kearifan lokal, kepedulian lingkungan, dan semangat gotong royong. Jika dikelola secara serius dan kolaboratif, sektor ini dapat menjadi fondasi ekonomi hijau Indonesia yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Ke depan, yang dibutuhkan bukan sekadar program, tetapi komitmen. Ketika negara, masyarakat, dan dunia usaha berjalan seiring, maka ekonomi rakyat tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh menjadi kekuatan utama bangsa.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *