DPD BAI Sumut Terima Pengaduan Warga BTN TNI AL Martubung Banjir Melanda Pemukiman Warga.(foto/ist)
Medan | Harian.co.id– Dewan Pimpinan Daerah Badan Advokasi Indonesia (DPD BAI) Sumatera Utara menerima laporan pengaduan dari warga Kompleks BTN TNI AL Martubung, Kec, Martubung, Kec, Medan Labuhan, Kota Medan, terkait banjir yang kerap melanda permukiman mereka dalam beberapa tahun terakhir. Minggu, (31/5/2026)

Warga mengeluhkan kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan, terutama saat musim hujan, di mana air kerap menggenangi rumah hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Permasalahan ini dinilai belum mendapatkan penanganan serius dari pemerintah setempat.
Perwakilan warga yang ebgan disebabkan namanya menyampaikan bahwa persoalan banjir ini telah berlangsung cukup lama. Bahkan, saat masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah tahun 2024, permasalahan tersebut sempat menjadi perhatian dan dijanjikan akan segera ditangani. Namun, hingga tahun 2025, alasan keterbatasan anggaran menjadi kendala utama yang disampaikan pihak terkait.

Memasuki tahun 2026, warga mengaku kecewa karena belum ada solusi konkret. Mereka merasa seolah dianaktirikan, padahal sebagai masyarakat, mereka tetap menjalankan kewajiban sebagai wajib pajak.
Menanggapi hal tersebut, DPD BAI Sumut menyatakan akan segera mengambil langkah tegas dengan menyurati Wali Kota Medan, Rico Waas, guna meminta perhatian dan tindakan nyata terhadap permasalahan banjir di kawasan tersebut.
“Kami menerima pengaduan ini sebagai bentuk kepercayaan masyarakat kepada BAI. Dalam waktu dekat, kami akan melayangkan surat resmi kepada Wali Kota Medan agar persoalan ini segera ditindaklanjuti secara serius,” ujar Sekretaris Jenderal DPD BAI Sumut, Lili Suheli.
DPD BAI Sumut juga menegaskan bahwa pemerintah kota Medan memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan yang adil dan merata kepada seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
Warga berharap, melalui langkah yang diambil oleh DPD BAI Sumut, pemerintah dapat segera turun langsung ke lokasi, melakukan evaluasi menyeluruh, serta merealisasikan solusi konkret guna mengatasi banjir yang telah lama menjadi persoalan utama di lingkungan mereka.(H.01)












