Scroll untuk baca artikel
Example 300x600
NewsPendidikan

Setelah Bertahun-tahun Menanti, SDN 078491 Hiliwaebu Akhirnya Direvitalisasi dengan Anggaran Rp1,63 Miliar

238
×

Setelah Bertahun-tahun Menanti, SDN 078491 Hiliwaebu Akhirnya Direvitalisasi dengan Anggaran Rp1,63 Miliar

Sebarkan artikel ini

NIAS SELATAN,Harian.co.id — Penantian panjang masyarakat Desa Hiliwaebu, Kecamatan Ulunoyo, Kabupaten Nias Selatan, akhirnya berbuah harapan baru. UPTD SDN 078491 Hiliwaebu mendapat perhatian pemerintah melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dengan pagu anggaran mencapai Rp1.631.288.596.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk rehabilitasi tiga ruang belajar serta pembangunan dua bangunan baru guna meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di sekolah tersebut.

Momentum penting itu ditandai dengan pelaksanaan pematokan pembangunan pada Rabu, 12 Agustus 2026, yang berlangsung di lingkungan UPTD SDN 078491 Hiliwaebu. Kegiatan tersebut menjadi simbol dimulainya proses revitalisasi sekolah yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan dan kondisi bangunan yang memprihatinkan.

Pematokan dihadiri Perwakilan Dinas Pendidikan, Kasi Kurikulum SD Suryati Mariana Purba, S.Kom., jajaran Forkopimcam Ulunoyo, Camat Ulunoyo Waoli Giawa, S.H., M.A.P., PJ Kepala Desa Hiliwaebu Nurwati Laia, S.Pd., tokoh agama, tokoh masyarakat, BPD, kepala sekolah, para guru, serta masyarakat Desa Hiliwaebu.

Dalam sambutannya, Kepala UPTD SDN 078491 Hiliwaebu Aluizaro Laia, S.Pd,. M.A,  mengungkapkan perjalanan panjang pihak sekolah dalam memperjuangkan perhatian pemerintah terhadap kondisi sarana pendidikan di sekolah tersebut.

Ia menyampaikan bahwa bantuan revitalisasi ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak sekolah, terutama karena kondisi sejumlah ruang dan bangunan yang selama ini dinilai sudah tidak lagi ideal untuk menunjang proses belajar-mengajar.

“Perhatian pemerintah ini merupakan sebuah harapan baru bagi sekolah dan masyarakat Hiliwaebu. Setelah melalui perjalanan panjang, akhirnya kondisi sekolah kami mendapat perhatian melalui program revitalisasi ini,” ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan PJ Kepala Desa Hiliwaebu Nurwati Laia. Pemerintah desa menyambut positif program tersebut dan berharap pembangunan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi generasi muda di Desa Hiliwaebu.

Senada dengan itu, tokoh masyarakat dan Komite Sekolah menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas perhatian yang diberikan. Mereka berharap revitalisasi tersebut tidak hanya memperbaiki bangunan sekolah, tetapi juga menjadi titik awal kemajuan pendidikan di wilayah tersebut.

Sementara itu, Camat Ulunoyo Waoli Giawa memberikan penekanan agar seluruh proses pembangunan dilaksanakan secara profesional, transparan dan sesuai ketentuan.

Ia meminta seluruh pihak yang terlibat benar-benar berpedoman pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta petunjuk teknis yang telah ditetapkan pemerintah.

Camat juga mengingatkan pentingnya musyawarah dan keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan, mengingat program revitalisasi tersebut dilaksanakan secara swakelola.

“Kami berharap program pemerintah ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, sesuai RAB dan petunjuk yang ada. Karena ini merupakan program pemerintah, mari kita jaga bersama agar pelaksanaannya berjalan baik dan terhindar dari persoalan di kemudian hari,” tegas Waoli.

Menurutnya, pembangunan fasilitas pendidikan harus menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, seluruh unsur terkait diharapkan mengedepankan koordinasi, keterbukaan dan musyawarah selama proses pembangunan berlangsung.

Pematokan pembangunan gedung baru dilakukan oleh Tim Yakin Kasih Giawa, S.T., dengan pengawasan Sehati Halawa, S.T., serta didampingi unsur Forkopimcam, pemerintah desa, masyarakat dan pekerja konstruksi.

Dengan dimulainya revitalisasi tersebut, masyarakat Hiliwaebu kini menaruh harapan besar agar UPTD SDN 078491 Hiliwaebu dapat memiliki fasilitas pendidikan yang lebih layak, aman dan nyaman.

Bagi masyarakat setempat, pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik. Lebih dari itu, revitalisasi sekolah menjadi simbol hadirnya perhatian pemerintah sekaligus membuka peluang baru bagi anak-anak Hiliwaebu untuk memperoleh lingkungan belajar yang lebih baik.

Kegiatan pematokan berlangsung aman dan kondusif.

Penulis: F.ZalukhuEditor: Har-02

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *