Scroll untuk baca artikel
News

Edison Marbun Apresiasi Andi Amran Sulaiman Lepas Ekspor 545 Ton Produk Unggas ke Tiga Negara

26
×

Edison Marbun Apresiasi Andi Amran Sulaiman Lepas Ekspor 545 Ton Produk Unggas ke Tiga Negara

Sebarkan artikel ini

Ekonomi & Bisnis

Edison Marbun Sekjend SIP. (foto/ist)

Medan | Harian.co.id,-Sekretaris Jenderal Satgas Inti Prabowo, Edison Marbun, mengapresiasi langkah strategis Kementerian Pertanian dalam memperkuat ekspor komoditas unggas nasional. Apresiasi tersebut disampaikan menyusul pelepasan ekspor sebanyak 545 ton produk unggas senilai Rp18,2 miliar ke tiga negara tujuan, yakni Singapura, Jepang, dan Timor Leste. Di Betlehem,Ywrussalem. Kamis (4/3/2026)

Pelepasan ekspor tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang menegaskan bahwa industri perunggasan nasional kini tidak hanya mencapai swasembada ayam dan telur, tetapi juga mampu memperluas penetrasi ke pasar global.

Menurut Edison Marbun, capaian ini menjadi bukti nyata bahwa sektor peternakan Indonesia semakin kuat dan berdaya saing.

“Ini adalah momentum penting bagi industri unggas nasional. Ketika produksi dalam negeri kuat dan terkelola baik, maka Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan nasional, tetapi juga tampil sebagai eksportir protein hewani yang kompetitif di pasar internasional,” ujarnya di Medan.

Produksi unggas dalam negeri yang stabil dan surplus menjadi fondasi utama ekspansi ekspor. Pemerintah memastikan bahwa surplus tersebut dikelola secara tepat agar tidak menekan harga di tingkat peternak. Strateginya dilakukan melalui penyerapan pasar domestik sekaligus pembukaan akses pasar luar negeri.

Setiap produk yang dikirim ke negara tujuan telah melalui proses sertifikasi veteriner dan pengawasan ketat sesuai standar internasional. Langkah ini menjadi jaminan mutu dan keamanan pangan sehingga produk unggas Indonesia dapat diterima dengan baik di pasar global.

Kementerian Pertanian juga berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan pasokan dan stabilitas harga, sekaligus memperluas akses ekspor ke negara-negara potensial lainnya. Dengan penguatan hilirisasi dan peningkatan standar produksi, industri unggas nasional diharapkan semakin mandiri serta mampu bersaing di kancah internasional.

Edison Marbun menambahkan bahwa keberhasilan ekspor ini menjadi sinyal positif bagi peternak dan pelaku usaha unggas di daerah, termasuk di Sumatera Utara, untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.

“Ini bukan hanya tentang ekspor 545 ton produk unggas, tetapi tentang kepercayaan dunia terhadap kualitas produk Indonesia,” tegasnya.

Dengan capaian tersebut, Indonesia semakin meneguhkan posisinya sebagai negara agraris modern yang mampu mengelola ketahanan pangan sekaligus memperluas kontribusi terhadap perekonomian nasional melalui sektor pertanian dan peternakan.(H.01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *