Labusel, Harian.co.id – Mengharap keberkahan di fase itqum minannar atau sepuluh malam terakhir Ramadan, para pemuda di Desa Asam Jawa menunjukkan ghirah perjuangan dan pengabdiannya.
Remaja Musholla Al-Ikhlas Aekbatu Selatan Desa Asam Jawa Kecanatan Torgamba sukses menyelenggarakan santunan anak yatim sekaligus buka puasa bersama pada hari ke-25 Ramadan, Minggu (15/3/2026).

Kegiatan yang bertajuk “Santunan Yatim dan Buka Bersama” ini menjadi wasilah sinergi yang harmonis antara generasi muda (syubban) dan para sesepuh dalam memuliakan bulan suci di lingkungan Musholla Al-Ikhlas Aekbatu Selatan.
Ketua Panitia pelaksana, Kiki Siregar, dalam sambutannya menghaturkan rasa syukur yang mendalam atas kedermawanan para donatur.
Beliau berharap agar khidmat ini tidak berhenti di sini, melainkan terus berlanjut di bawah bimbingan para orang tua dan jajaran Badan Kemakmuran Musholla (BKM).
Gayung pun bersambut, Ketua BKM Al-Ikhlas, Bapak Hamdan, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif mulia tersebut. Sebagai bentuk dukungan nyata bagi pergerakan pemuda, beliau langsung memberikan lampu hijau untuk memperkuat amaliyah remaja melalui program pengajian rutin bulanan sebagai sarana tafaqquh fiddin.
”Kami sangat bangga dengan pergerakan anak-anak muda ini. BKM berkomitmen untuk terus mengawal dan mengarahkan mereka pada kegiatan keagamaan yang positif, moderat, dan membawa maslahat bagi umat,” tutur Bapak Hamdan.

Acara semakin khidmat dengan siraman rohani yang disampaikan oleh Ustadz Alfin Harahap, S.Pd.
Dalam tausiahnya yang mengangkat tema “Mengetuk Rahmat Melalui Anak Yatim”, beliau menekankan bahwa menyantuni anak yatim adalah “jalur langit” yang paling mustajab untuk meraih ridha Allah SWT.
Beliau mengutip pesan Baginda Nabi Muhammad SAW mengenai kemuliaan orang yang memelihara anak yatim, yang kelak di surga akan berdampingan dengan beliau ibarat jarak antara jari telunjuk dan jari tengah.
”Manusia itu tempatnya keluh kesah, namun obatnya adalah iman dan sedekah. Namun yang paling utama, jaga niat agar tetap murni Lillahi Ta’ala. Jangan sampai ada debu riya’ yang menghapus pahala amal jariyah kita,” pesan Ustadz Alfin di hadapan sekitar 100 jamaah yang hadir.
Sebagai pengingat yang tegas, beliau juga mengutip firman Allah dalam Surah Al-Ma’un ayat 2: “Fadzālikalladzī yadu”ul-yatīm”, yang artinya: “Maka itulah orang yang menghardik anak yatim.” Ustadz Alfin menjelaskan bahwa ayat ini merupakan peringatan keras agar umat Muslim tidak tergolong sebagai pendusta agama.
Menyayangi anak yatim bukan sekadar aksi sosial, melainkan kewajiban iman untuk menjaga martabat dan hak-hak mereka.
Kegiatan yang berlangsung pada 25 Ramadan 1447 H ini ditutup dengan doa bersama dan buka puasa dalam suasana kekeluargaan yang kental dengan semangat ukhuwah islamiyah.
Semoga pengabdian ini istiqomah dan membawa berkah bagi seluruh masyarakat Labusel.
(Abner Hasan Pasaribu)







