Scroll untuk baca artikel
Artikel

Kotak Infaq Anak Yatim Masjid Al Jihad Dibobol Maling, Kerugian Diperkirakan Rp3 Juta

36
×

Kotak Infaq Anak Yatim Masjid Al Jihad Dibobol Maling, Kerugian Diperkirakan Rp3 Juta

Sebarkan artikel ini

KABAR SUMUT

Maling Kotak Infaq Aksi pencurian terjadi di Masjid Al Jihad yang berlokasi di Jalan Baut, Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan, Kota Medan, terekam CCTV Masjid.(foto/CCTV/Ist) 

Marelan | Harian.co.id– Aksi pencurian terjadi di Masjid Al Jihad yang berlokasi di Jalan Baut, Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan, Kota Medan, Sumatera Utara. Kotak infaq khusus untuk anak yatim piatu dilaporkan dibobol maling pada Kamis pagi sekitar pukul 09.58 WIB, saat kondisi masjid sedang sepi jamaah.

Masjid Al Jihad Jl. Baut, Tanah Enam Ratus Marelan.(foto/ist)

Berdasarkan rekaman CCTV masjid, pelaku terlihat masuk ke dalam area masjid dan membawa kabur kotak infaq yang selama ini digunakan untuk menghimpun dana santunan anak yatim. Peristiwa ini baru diketahui setelah pengurus dan marbot masjid memeriksa kondisi dalam masjid.

Junedi, selaku marbot Masjid Al Jihad, menjelaskan bahwa pelaku diduga merupakan orang yang sudah mengenal lingkungan sekitar masjid.

“Pelaku kemungkinan tidak jauh dari lingkungan sini dan mengetahui kapan masjid dalam keadaan sepi. Dari rekaman CCTV, wajahnya terlihat tidak asing, seperti anak sekitar sini,” ujarnya kepada awak media, Jumat (10/7/2026).

Junedi Marbot Masjid saat memberikan keterangan kepada media.(foto/ist)

Ia juga menambahkan bahwa kerugian akibat pencurian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp3 juta. Meskipun penyaluran dana infaq untuk anak yatim dilakukan setahun sekali, kotak infaq biasanya dibuka setiap dua bulan untuk kebutuhan kas masjid.

“Perkiraan kerugian sekitar tiga juta rupiah. Biasanya kotak infak dibuka dua bulan sekali untuk kas masjid,” tambahnya.

Pengurus masjid berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti kasus ini dan menangkap pelaku, mengingat adanya bukti rekaman CCTV yang cukup jelas.

Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat sekitar sekaligus pengingat agar keamanan rumah ibadah lebih ditingkatkan, terutama pada waktu-waktu sepi aktivitas.(H.01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *