Belawan | Harian.co.id-Insiden pembacokan terhadap salah satu anggota organisasi Ikatan Pemuda Karya (IPK) terjadi di kawasan Kampung Salam, tepatnya di depan Bank Indonesia (BI), pada Jumat (19/6/2026) siang. Kejadian tersebut sontak memicu reaksi cepat dari berbagai organisasi yang tergabung dalam Aliansi Lintas Organisasi (ALO) Kecamatan Medan Belawan.
Informasi awal yang beredar di internal grup komunikasi organisasi menyebutkan bahwa korban merupakan kader IPK yang mengalami luka akibat senjata tajam. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti pelaku maupun motif dari aksi kekerasan tersebut.
Menanggapi kejadian ini, sejumlah anggota organisasi sempat menyuarakan desakan agar dilakukan langkah tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab. Bahkan, muncul dorongan untuk menghadirkan ketua organisasi terkait guna mempertanggungjawabkan insiden tersebut.
Namun demikian, Ketua Aliansi Lintas Organisasi (ALO) Belawan, Benny Silitonga, mengimbau seluruh pihak untuk tetap menahan diri dan tidak terpancing emosi.
“Kami turut prihatin atas kejadian yang menimpa saudara kita dari IPK. Kami mengimbau kepada seluruh organisasi agar tidak bertindak di luar kendali dan tetap menjaga kondusivitas. Mari kita selesaikan persoalan ini melalui jalur hukum,” ujar Benny.
Ia juga mengajak seluruh pimpinan organisasi yang tergabung dalam ALO, seperti IPK, GM FKPPI, GRIB Jaya, LAAB, untuk segera berkumpul di Sekretariat ALO guna membahas langkah bersama.
“Rencana kita adalah melakukan pendampingan terhadap korban, termasuk visum, serta membuat laporan resmi ke Polres Pelabuhan Belawan. Ini penting agar kasus ini ditangani secara profesional dan transparan,” tambahnya.
Senada dengan itu, Sekretaris ALO, Basari, menegaskan bahwa kehadiran organisasi di tengah masyarakat harus mampu menjaga stabilitas, bukan justru memperkeruh keadaan.
“Kita harus hadir untuk menciptakan ketenangan. Jangan mudah terpancing. Kita gunakan jalur hukum sebagai solusi terbaik,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Bidang Hukum (Bidkum) PAC IPK Belawan, Bayu, menyampaikan kekecewaan dan keprihatinan atas kejadian tersebut. Ia meminta perhatian serius dari para pembina dan tokoh organisasi agar insiden serupa tidak terulang.
“Kami berharap para ketua organisasi dan pembina dapat segera mengambil langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa. Kader kami bukan untuk diperlakukan semena-mena. Namun kami tetap menghormati proses hukum dan menunggu itikad baik semua pihak,” tegasnya.
Sejumlah tokoh masyarakat dan unsur aparat, termasuk yang tergabung dalam komunikasi grup tersebut, juga turut memantau perkembangan situasi dan mendorong penyelesaian secara damai serta sesuai hukum yang berlaku.
Saat ini, kondisi korban sedang dalam penanganan medis dan direncanakan akan segera menjalani visum sebagai bagian dari proses hukum. Aliansi Lintas Organisasi memastikan akan mengawal kasus ini hingga tuntas, dengan tetap mengedepankan prinsip hukum dan menjaga keamanan wilayah Belawan.(*)











