Scroll untuk baca artikel
NewsPendidikan

Kepala SMA Negeri 1 Ulunoyo Bantah Dugaan Penggelembungan Dana BOS, Tegaskan Pemberitaan Tidak Benar

33
×

Kepala SMA Negeri 1 Ulunoyo Bantah Dugaan Penggelembungan Dana BOS, Tegaskan Pemberitaan Tidak Benar

Sebarkan artikel ini

Ulunoyo - Nias Selatan - Sumatera Utara

Ulunoyo,harian co id – Kepala SMA Negeri 1 Ulunoyo, Sudarwin Halawa, menyampaikan klarifikasi tegas terkait pemberitaan yang beredar pada 23 Juli 2026 mengenai dugaan penggelembungan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang menyeret namanya.

Sudarwin mengaku kecewa atas informasi yang sempat beredar luas, termasuk di media sosial Facebook, karena dinilai tidak sesuai fakta dan berpotensi merusak reputasi serta kariernya sebagai tenaga pendidik.

“Pemberitaan tersebut tidak benar dan sangat merugikan nama baik saya. Saya tidak pernah bermasalah dengan pers maupun LSM. Justru saya menyambut baik kehadiran insan pers sebagai mitra dalam penyebaran informasi,” tegas Sudarwin saat dikonfirmasi.

Ia juga mengingatkan pentingnya profesionalisme dalam dunia jurnalistik, khususnya dalam melakukan verifikasi data sebelum publikasi. Menurutnya, pemberitaan yang tidak melalui konfirmasi lapangan berpotensi menimbulkan asumsi negatif di tengah masyarakat.

Menindaklanjuti isu tersebut, sejumlah awak media bersama LSM melakukan investigasi langsung ke SMA Negeri 1 Ulunoyo untuk melakukan konfirmasi terkait dugaan penggelembungan dana BOS, khususnya pada pelaksanaan sarana dan prasarana (sarpras) sejak tahun 2022 hingga 2025.

Dalam kesempatan itu, Sudarwin menegaskan bahwa seluruh program sarpras yang dimaksud telah dilaksanakan sesuai ketentuan. Pernyataan tersebut turut diperkuat oleh sejumlah tenaga pengajar di sekolah tersebut.

Selama Waruwu selaku Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan serta Yos Ndruru juga membantah adanya dugaan tersebut. Mereka berharap agar insan pers tidak menyajikan informasi tanpa verifikasi yang jelas.

“Jangan langsung diberitakan tanpa datang ke sekolah dan melakukan pengecekan. Lihat dan tanyakan langsung agar informasi yang disampaikan tidak menyesatkan publik,” ujar mereka.

Pada saat yang sama, perwakilan LSM Topan-RI, Irenius Halawa, turut hadir di lokasi untuk melakukan investigasi dan meminta klarifikasi langsung dari pihak sekolah terkait isu yang berkembang, khususnya menyangkut sarpras yang diduga belum direalisasikan.

Pihak sekolah berharap polemik ini dapat menjadi pembelajaran bersama agar ke depan tidak terjadi lagi pemberitaan yang dinilai sepihak. Mereka menekankan pentingnya menjaga nama baik institusi pendidikan serta kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan.

Dengan adanya klarifikasi langsung dari pihak sekolah dan hasil investigasi lapangan, diharapkan informasi yang beredar dapat diluruskan serta tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

 

Penulis: F.ZalEditor: Har-02

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *