Menelisik Kondisi Ekonomi Pasar, Sekjend SIP Dorong Penguatan UMKM dan Perlindungan Produk Lokal.(foto/ist)
Medan | Harian.co.id,-Perkembangan ekonomi masyarakat yang bertumpu pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selain sektor primer, inovasi berbasis teknologi tepat guna serta industri rumahan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam membangun ekonomi kerakyatan yang berdaya saing.
Sekretaris Jenderal Satgas Inti Prabowo (SIP), Edison Marbun, menegaskan bahwa kreativitas masyarakat melalui kerajinan dan produk home industri perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah, khususnya dalam penguatan sektor lokal dan perluasan akses pasar. Minggu, (22/2/2026)
“UMKM adalah fondasi ekonomi rakyat. Jika pemerintah serius memperkuat pasar lokal, maka perlindungan produk dalam negeri harus menjadi prioritas nyata, bukan sekadar wacana,” ujarnya.
Menurutnya, pasar tradisional dan pasar rakyat harus menjadi etalase utama bagi produk UMKM. Di ruang inilah denyut ekonomi masyarakat kecil tumbuh, sekaligus menjadi benteng pertahanan produk lokal dari gempuran barang luar.
“Produk lokal masyarakat harus mendapat ruang lebih luas di pasar domestik. Dengan keberpihakan kebijakan, sektor ini akan mampu bersaing sekaligus membangkitkan kreativitas masyarakat,” tambahnya.
Edison Marbun juga menyoroti persoalan klasik yang dihadapi pelaku usaha kecil, yakni keterbatasan akses permodalan dan pendampingan usaha. Ia menilai, tanpa intervensi nyata, banyak UMKM sulit berkembang dan naik kelas.
“Persoalan UMKM bukan hanya produksi, tetapi akses modal dan pendampingan. Di sinilah peran pemerintah dan stakeholder sangat dibutuhkan agar pelaku usaha kecil memiliki daya tahan ekonomi,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi tepat guna serta digitalisasi pemasaran sebagai langkah strategis menghadapi persaingan pasar modern. Inovasi kemasan, branding, dan pemanfaatan platform digital diyakini mampu meningkatkan nilai jual produk lokal.
“Teknologi tepat guna harus menyentuh UMKM. Digitalisasi pemasaran dan inovasi kemasan akan menjadi kunci agar produk lokal mampu bersaing di era modern,” jelasnya.
Ia optimistis, produk kreatif masyarakat yang memiliki nilai kearifan lokal berpotensi menembus pasar global apabila didukung strategi promosi dan distribusi yang tepat. Dukungan pemerintah dalam pembukaan akses pasar luar negeri dinilai menjadi faktor penting dalam ekspansi UMKM.
“Produk kreatif masyarakat memiliki nilai unik. Dengan strategi branding yang tepat, UMKM Indonesia sangat berpeluang menembus pasar internasional sekaligus membuka lapangan kerja baru,” ungkapnya.
Edison Marbun menegaskan, pertumbuhan UMKM tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi semata, tetapi juga membawa efek sosial yang luas bagi kesejahteraan masyarakat.
“Ketika UMKM tumbuh, maka lapangan kerja terbuka, daya beli meningkat, dan kesejahteraan masyarakat ikut terangkat. Inilah esensi ekonomi kerakyatan yang harus terus diperkuat,” pungkasnya.
Pandangan ini menjadi refleksi bahwa sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat merupakan kunci dalam mendorong kemajuan pasar berbasis ekonomi rakyat, sekaligus memperkuat posisi UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.(H.01)






