Bahtiar Tabur Pakan Ternak Ikan Basah Dongkrak Pertumbuhan, Warga Hamparan Perak Budidaya Nila Kekar Berbasis UMKM.(foto/ist)
Hamparan Perak | Harian.co.id,-Upaya produktif memanfaatkan waktu luang sekaligus mendorong ekonomi berbasis lingkungan dilakukan Bahtiar (52), warga Jalan Imam Abdul, Desa Selemak, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Pria yang akrab disapa Pak Kep ini mengembangkan budidaya ikan nila kekar dengan metode pakan ternak basah. Kegiatan penebaran bibit dilakukan pada Rabu sore (6/5/2026), sebagai bagian dari pengembangan usaha mikro yang ia jalankan secara mandiri.

Dengan kolam berukuran 2 x 10 meter, Bahtiar optimistis hasil panen dapat dicapai dalam waktu relatif singkat.
“InsyaAllah sekitar tiga bulan sudah bisa panen. Targetnya ukuran 1 kilogram isi 5 ekor, dan diperkirakan panen pada Agustus mendatang,” ujarnya.
Dalam proses budidaya, ia memanfaatkan tanaman air seperti azolla dan mata lele yang tumbuh di permukaan kolam sebagai pakan alami alternatif. Metode ini dinilai mampu menekan biaya produksi sekaligus menjaga kualitas pertumbuhan ikan.
“Selain pakan tambahan, kami gunakan azolla dan tanaman air sebagai sumber nutrisi alami. Ini lebih hemat dan ramah lingkungan,” jelasnya.

Tak hanya fokus pada perikanan, Bahtiar juga aktif dalam upaya pelestarian lingkungan. Ia mengembangkan berbagai tanaman hias dan tanaman buah di sekitar rumahnya sebagai bentuk kontribusi terhadap ketahanan pangan keluarga dan masyarakat sekitar.
Lebih jauh, ia juga memproduksi pupuk organik cair (POC) “Raja Hara” yang dibuat dari fermentasi sampah rumah tangga. Produk tersebut mengandung unsur hara yang bermanfaat untuk menyuburkan tanah serta meningkatkan pertumbuhan tanaman.
“POC Raja Hara ini dari limbah rumah tangga, tapi kandungannya sangat baik untuk tanaman. Bisa jadi solusi pertanian ramah lingkungan,” tambahnya.

Bahtiar berharap langkah kecil yang ia lakukan dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, memanfaatkan lahan kosong, serta turut mendukung program penghijauan.
“Mulai dari lingkungan sendiri. Kalau lahan kosong dimanfaatkan, kita bisa bantu ketahanan pangan sekaligus menjaga kebersihan lingkungan,” pungkasnya.(H.01)












