Scroll untuk baca artikel
News

Pembangunan Ibu Kota Nusantara Mendorong Pertumbuhan Industri Manufaktur

1223
×

Pembangunan Ibu Kota Nusantara Mendorong Pertumbuhan Industri Manufaktur

Sebarkan artikel ini
Pekerja berada di kawasan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat (22/9/2023). Berlanjutnya pembangunan IKN jelas menjadi salah satu penggerak ekonomi Indonesia khususnya industri manufaktur, salah satunya industri semen. Sigid Kurniawan

Febri menjelaskan, pada September ini, terdapat enam subsektor dengan nilai IKI mengalami kontraksi dan memiliki kontribusi 11,8 persen pada share PDB industri pengolahan nonmigas triwulan II-2023. Subsektor yang mengalami kontraksi pada September ini adalah industri tekstil, industri pakaian jadi, industri kayu, barang kayu dan gabus, industri barang galian bukan logam; industri furnitur dan industri pengolahan lainnya.

Febri menjelaskan, industri barang galian bukan logam mengalami kontraksi disebabkan oleh penurunan produksi industri kaca dan keramik, sedangkan untuk industri semen dilaporkan mengalami peningkatan produksi. Walaupun masih ekspansi dan sebagian besar pelaku usaha masih optimis terhadap kondisi enam bulan ke depan, ada tingkat pesimisme pelaku usaha yang cukup mengkhawatirkan pada September ini. Diketahui, pelaku usaha yang pesimistis bertambah 2,4 persen yaitu sebesar 11,6 persen, disebabkan ketidakpastian di pasar global. Adanya kenaikan harga energi juga meningkatkan tingkat pesimisme pelaku usaha.

Nah, bagaimana bila dilihat dari variabel pembentuknya, variabel pesanan baru, dan produksi. Febri menjelaskan variabel itu masih mengalami ekspansi meskipun jika dilihat data impor bahan baku/penolong pada Agustus mengalami penurunan 4,13 persen dibanding bulan sebelumnya (mtm), serta impor barang modal turun 4,55 persen (mtm). Sebaliknya variabel persediaan produk mengalami kontraksi. Terjadi penurunan nilai indeks pada variabel persediaan produk dari 51,85 menjadi 47,40 (turun 4,45 poin).

Dalam rangka mengerem laju pelambatan di subsektor industri, Kementerian Perindustrian terus berusaha mendorong pelaku usaha di sektor itu untuk melakukan terobosan dengan mencari peluang pasar nontradisional sehingga iklim usahanya tetap bergairah selain tetap mengisi pasar domestik yang peluangnya masih terbuka lebar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *