Scroll untuk baca artikel
News

“Penguatan Ketahanan Energi Nasional, Indonesia Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah dengan Akselerasi Kemandirian Energi”

571
×

“Penguatan Ketahanan Energi Nasional, Indonesia Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah dengan Akselerasi Kemandirian Energi”

Sebarkan artikel ini

Stabilitas Energi Nasional

Edison Marbun Sekretaris Jenderal Inti Prabowo, Saat Berada Di Betlehem Yerusalem.(foto/Ist)

Medan | Harian.co.id,– Sekretaris Jenderal Satgas Inti Prabowo, Edison Marbun, menegaskan bahwa penguatan ketahanan energi nasional menjadi prioritas utama dalam menghadapi dinamika geopolitik global, khususnya dampak konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.

Hal tersebut disampaikannya dalam pernyataan di Betlehem, Yerusalem, menyikapi potensi terganggunya rantai pasok energi dunia yang dapat berimbas pada stabilitas harga minyak dan gas internasional. Kamis, (4/2/2026)

Menurut Edison, Indonesia tidak boleh bergantung secara berlebihan pada pasokan energi impor. Ia menekankan pentingnya mempercepat kemandirian energi melalui optimalisasi sumber daya dalam negeri, baik energi fosil maupun energi baru terbarukan.

“Konflik Timur Tengah memberikan sinyal kuat bahwa bangsa ini harus memperkuat fondasi ketahanan energi. Kemandirian adalah kunci agar kita tidak mudah terdampak gejolak global,” ujarnya.

Antisipasi Gejolak Harga Global

Konflik di sejumlah negara Timur Tengah berpotensi mengganggu distribusi minyak mentah dunia. Sebagaimana diketahui, kawasan tersebut merupakan salah satu sentra produksi minyak terbesar global dan memiliki jalur strategis perdagangan energi internasional.

Jika terjadi eskalasi yang lebih luas, dampaknya bisa dirasakan hingga ke negara-negara importir energi, termasuk Indonesia. Fluktuasi harga minyak mentah dunia dapat memengaruhi subsidi energi, inflasi, serta daya beli masyarakat.

Edison menilai pemerintah perlu memperkuat strategi jangka pendek dan jangka panjang, antara lain:

1. Meningkatkan cadangan energi nasional.

2. Mempercepat hilirisasi energi.

3. Mendorong investasi energi terbarukan.

4. Mengoptimalkan produksi dalam negeri.

5. Memperkuat efisiensi konsumsi energi di sektor industri dan transportasi.

Dorong Energi Terbarukan dan Hilirisasi Brick

Ia juga menggarisbawahi pentingnya percepatan transisi energi, termasuk pengembangan biodiesel, bioetanol, panas bumi, dan tenaga surya sebagai solusi berkelanjutan.

“Kita punya potensi energi baru terbarukan yang sangat besar. Jika dikelola maksimal, Indonesia bukan hanya mandiri, tetapi bisa menjadi pemain utama energi hijau di kawasan Asia Tenggara,” tambahnya.

Selain itu, hilirisasi sektor energi dinilai mampu menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan nasional secara menyeluruh.

Stabilitas Nasional dan Ekonomi Rakyat

Edison menegaskan bahwa ketahanan energi bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga menyangkut stabilitas nasional. Ketergantungan pada impor energi dinilai berisiko terhadap tekanan eksternal yang dapat mengganggu stabilitas fiskal dan sosial.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk mendukung langkah-langkah strategis pemerintah dalam memperkuat sektor energi sebagai pilar utama kedaulatan negara.

“Ketahanan energi adalah bagian dari ketahanan nasional. Ini soal masa depan bangsa,” pungkasnya.(H.01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *