Sekjend SIP Edison Marbun Apresiasi Koordinasi Sekjen ATR/BPN dan Kepala ANRI Perkuat Tata Kelola Arsip Pertanahan di Era Digital.(foto/Ist)
Jakarta | Harian.co.id,– Sekretaris Jenderal Satgas Inti Prabowo (SIP), Edison Marbun, menyampaikan apresiasi atas langkah strategis Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam memperkuat tata kelola arsip pertanahan melalui koordinasi lintas lembaga bersama Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Kamis (26/2/26)
Apresiasi tersebut disampaikan menyusul kunjungan Sekretaris Jenderal ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, ke Kantor ANRI di Jakarta pada Rabu (25/2/2026). Kunjungan itu bertujuan memperkuat sinergi dalam pengelolaan arsip pertanahan di tengah percepatan transformasi digital, termasuk implementasi sertipikat elektronik.
Dalam pertemuan tersebut, Dalu Agung Darmawan menegaskan bahwa arsip merupakan fondasi utama pelayanan pertanahan. Menurutnya, keberadaan arsip yang tertata baik menjadi kunci menjaga kepastian hukum atas aset masyarakat sekaligus meminimalkan potensi sengketa.
“Arsip adalah tulang punggung pelayanan Kementerian ATR/BPN. Pengelolaan arsip yang baik penting untuk menjaga aset masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa luasnya jangkauan kantor pertanahan di seluruh Indonesia membuat pengelolaan arsip menjadi kompleks. Persoalan sumber daya manusia (SDM), sistem pengarsipan, hingga keterbatasan tenaga arsiparis menjadi tantangan yang perlu dibenahi secara bersama.
Transformasi digital menuju sertipikat elektronik, lanjutnya, membawa dua sisi sekaligus. Di satu sisi meningkatkan efisiensi dan keamanan data, namun di sisi lain menuntut pengelolaan warkah fisik yang tetap tertib agar tidak menumpuk dan sulit ditelusuri.
Menanggapi hal tersebut, Kepala ANRI, Mego Pinandito, menyatakan kesiapan penuh lembaganya mendukung ATR/BPN melalui penguatan kapasitas SDM serta pendampingan teknis kearsipan. ANRI menilai peningkatan kompetensi aparatur menjadi langkah mendasar untuk menjawab tantangan digitalisasi arsip.
Sebagai langkah konkret, ANRI mengusulkan integrasi kurikulum kearsipan ke dalam pendidikan di Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN). Selain itu, program magang di unit arsip dengan pendampingan langsung dari ANRI juga dinilai efektif sebagai pembelajaran praktis bagi calon aparatur pertanahan.
“Secara prinsip kami siap membantu dan akan terus berkoordinasi agar tata kelola arsip pertanahan semakin baik,” ujar Mego Pinandito.
Sekjen SIP Edison Marbun menilai koordinasi ATR/BPN dan ANRI merupakan contoh kolaborasi antarlembaga yang relevan dengan kebutuhan era digital. Ia menegaskan bahwa tata kelola arsip yang modern dan akuntabel akan memperkuat pelayanan publik, meningkatkan kepastian hukum, serta mendorong transparansi sektor pertanahan.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Biro Umum dan Layanan Pengadaan ATR/BPN, Awaludin, bersama sejumlah pejabat administrator di lingkungan ATR/BPN. Sinergi ini diharapkan menjadi langkah awal menuju sistem kearsipan pertanahan nasional yang tertib, terintegrasi, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.(H.01)






