Scroll untuk baca artikel
NewsTNI-Polri

Tragedi di Air Terjun Samiri: Dua Pelajar SMP di Nias Selatan Tewas Tenggelam Saat Berenang

328
×

Tragedi di Air Terjun Samiri: Dua Pelajar SMP di Nias Selatan Tewas Tenggelam Saat Berenang

Sebarkan artikel ini

Nias Selatan//Harian.Co.Id — Isak tangis keluarga dan warga mengiringi peristiwa tragis yang menimpa dua remaja perempuan asal Desa Samiri, Kecamatan Lolowau, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Kedua korban dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam saat berenang di lokasi air terjun desa setempat pada Minggu (8/3/2026).

Kedua korban diketahui bernama Mesrawati Giawa dan Fislina Ndruru, pelajar di SMP Negeri 2 Onohazumba.

Berdasarkan keterangan warga, peristiwa na’as tersebut terjadi ketika keduanya berenang di muara air terjun usai mengikuti ibadah minggu.

keterangan photo : Sesaat setelah korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.8/3/2026

Lokasi air terjun yang menjadi tempat kejadian diketahui jarang dikunjungi warga karena berada di area yang cukup terpencil.

“Lokasinya memang jarang didatangi orang, dan ini kejadian pertama kali terjadi di sana,” ujar seorang warga setempat berinisial FG.

Ia menduga para remaja tersebut awalnya hanya ingin menikmati suasana sekaligus mengabadikan momen saat berlibur di lokasi tersebut.

Seorang teman korban, Tuti Giawa, yang berada di lokasi saat kejadian, menceritakan detik-detik ketika mereka bertiga mencoba berenang sebelum akhirnya kedua temannya menghilang di dalam air.

“Kaki saya sempat terseret dan saya juga ikut tenggelam beberapa saat. Saya berusaha keluar dengan memegang dinding batu di sekitar lokasi,” tuturnya.

Setelah berhasil menyelamatkan diri, Tuti yang masih dalam kondisi trauma segera meminta bantuan warga dan keluarga korban.

Proses pencarian dilakukan oleh warga bersama aparat setempat secara dramatis. Setelah beberapa waktu melakukan penyisiran di sekitar lokasi, kedua korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia.

Penjabat Kepala Desa Samiri, Temaaro Halawa, mengimbau masyarakat agar tidak terpancing spekulasi atau opini yang tidak berdasar terkait kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan musibah dan murni kecelakaan.

“Kami meminta masyarakat tetap tenang dan tidak membangun opini di luar fakta. Jadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran agar kita lebih berhati-hati dan mengawasi anak-anak saat beraktivitas,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Lolowau Simon Sitorus, S.H menegaskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada unsur pidana dalam kejadian tersebut.

“Orang tua korban sudah menandatangani surat pernyataan tidak keberatan. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban maupun saksi. Ini murni kecelakaan,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan anggota Koramil 10 Lolowau, S. Purba, yang menyatakan bahwa tidak ditemukan indikasi kekerasan terhadap korban. Ia menambahkan bahwa korban sempat dibantu warga hingga sampai ke rumah sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan alam terbuka serta memastikan anak-anak tidak berada di lokasi berbahaya tanpa pengawasan orang tua.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dan menjaga keselamatan saat berwisata di alam bebas.

Liputan:Tim – Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *