Labusel, Harian.co.id – Nasib malang menimpa Toga Siahaan (34). Niat hati ingin mencari nafkah, karyawan panen PTPN IV Regional I PalmCo Sei Daun ini justru menghembuskan napas terakhir usai tersengat aliran listrik tegangan tinggi di jalur perkebunan, Kecamatan Torgamba, Labuhanbatu Selatan.
Insiden memilukan ini sempat menjadi perbincangan hangat warga sebelum akhirnya pihak manajemen kebun memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan kronologi kejadian.
Asisten Kepala (Askep) Kebun Sei Daun, Jamali, SP, membeberkan bahwa musibah tersebut terjadi pada Selasa (6/1/2026) sekira pukul 09.30 WIB. Saat itu, korban tengah menuju lokasi kerja di Afdeling IX sambil memanggul alat panen berupa egrek bertangkai fiber.
“Korban belum sampai lokasi panen, masih melintasi jalan kebun. Diduga egrek yang dibawa korban bersentuhan dengan jaringan kabel listrik tegangan tinggi,” ungkap Jamali kepada wartawan, Senin (12/1/2026).
Seketika, sengatan listrik hebat membuat korban terkapar di tanah. Dalam kondisi lemah, Toga dikabarkan sempat meminta pertolongan. Dua warga yang berada di sekitar lokasi langsung bergegas melaporkan peristiwa itu kepada pihak manajemen kebun.
Pihak kebun yang mendapat laporan langsung bergerak cepat mengevakuasi korban ke RS Sri Torgamba. Namun sayang, takdir berkata lain. Nyawa Toga tidak terselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
Manajemen Luruskan Informasi:
Dalam penjelasannya, Jamali juga meluruskan informasi yang sempat simpang siur di masyarakat. Jika sebelumnya beredar kabar kejadian berlangsung pada Sabtu (10/1), pihak perusahaan memastikan peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 6 Januari 2026.
Terkait nasib keluarga yang ditinggalkan, manajemen menjamin seluruh hak almarhum terpenuhi. Jamali menegaskan bahwa santunan dan hak-hak korban telah diserahkan langsung kepada istrinya.
“Seluruh hak almarhum sudah kami serahkan kepada istrinya. Untuk hak-hak lainnya akan segera diproses sesuai ketentuan dari Kantor Regional Medan,” pungkasnya.
(Rizal Silahusada)







