Scroll untuk baca artikel
ArtikelKesehatanPendidikan

Cleaning Day at Car Free Day Jadi Upaya Edukasi Lingkungan Oleh Luma Organizer

33
×

Cleaning Day at Car Free Day Jadi Upaya Edukasi Lingkungan Oleh Luma Organizer

Sebarkan artikel ini

KABAR SUMUT

Cleaning Day at Car Free Day Jadi Upaya Edukasi Lingkungan Oleh Luma Organizer.(foto/Doc- Feby Aulia Damanik)

Medan | Harian.co.id,-Luma Organizer, tujuh mahasiswa Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Sumatera Utara (USU), menunjukkan kepedulian mereka terhadap isu lingkungan dengan mengadakan aksi sosial. Kegiatan tersebut bertajuk “Cleaning Day at Car Free Day” yang diselenggarakan di kawasan Car Free Day (CFD) Lapangan Merdeka, Medan, pada Minggu (10/5/2026).

Bersama 24 sukarelawan, mereka turun langsung membersihkan sampah yang berserakan di area CFD sebagai upaya sederhana untuk menjaga kebersihan ruang publik. Dari kegiatan tersebut, para sukarelawan berhasil mengumpulkan berbagai jenis sampah, mulai dari plastik, botol minuman, hingga sisa makanan dengan total mencapai 12 kantong sampah. Aksi sederhana tersebut menjadi bentuk kontribusi kecil yang memberikan dampak nyata terhadap kebersihan ruang publik di tengah padatnya aktivitas perkotaan.

Project Leader Luma Organizer, Faisal Hisyam, mengatakan bahwa kegiatan tersebut sebenarnya berawal dari keresahan tim terhadap kondisi ruang publik yang sering dipenuhi sampah akibat rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Menurutnya, kawasan Car Free Day di Lapangan Merdeka yang seharusnya menjadi tempat masyarakat untuk berolahraga, bersantai, dan berkumpul bersama keluarga, justru sering meninggalkan pemandangan yang kurang nyaman karena banyaknya sampah yang dibuang sembarangan. Ia menjelaskan bahwa keresahan tersebut menjadi pemantik bagi tim Luma Organizer untuk membuat gerakan sosial yang tidak hanya berfokus pada aksi bersih-bersih, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Semangat volunteer dari para peserta menjadi salah satu hal yang menonjol dalam kegiatan ini. Salah satu peserta, Nabilah Risti Ameliya dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), mengatakan bahwa kegiatan tersebut membuat dirinya lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Ia mengaku sebelum mengikuti kegiatan tersebut dirinya belum terlalu peduli terhadap sampah di sekitar, namun setelah ikut terlibat langsung dalam aksi bersih-bersih, ia menjadi lebih peka dan mulai terbiasa membuang sampah pada tempatnya.

Nabilah juga menilai bahwa kegiatan seperti “Cleaning Day at Car Free Day” memberikan pengalaman berharga bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh aktivitas positif yang dapat dilakukan anak muda di tengah kehidupan perkotaan sekaligus menjadi langkah kecil untuk membawa perubahan yang lebih besar bagi masyarakat.

“Kegiatan ini cukup berdampak karena membuat saya lebih sadar pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Setelah mengikuti kegiatan ini saya jadi lebih peka dan terbiasa untuk membuang sampah pada tempatnya,” katanya.

Ia menambahkan bahwa ketertarikannya mengikuti kegiatan tersebut muncul karena ingin melakukan aktivitas positif yang bermanfaat bagi lingkungan. Informasi mengenai kegiatan itu ia peroleh melalui media sosial dan teman-temannya.

Nabilah berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan karena dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan dan lingkungan sekitar.

Faisal selaku ketua panitia juga berharap kegiatan sederhana seperti ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat Kota Medan bahwa kebersihan ruang publik merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah atau pihak tertentu saja

“Selaku ketua panitia tentunya saya berharap kegiatan sederhana seperti ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat Medan terhadap lingkungan, karena kebersihan ruang publik ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya satu dua pihak saja,” ujarnya.

Menurut Faisal, kegiatan yang dilaksanakan juga berjalan melebihi ekspektasi panitia karena mendapat dukungan dari para sukarelawan yang memiliki visi serupa terhadap kepedulian lingkungan. Selain itu, masyarakat yang berada di kawasan CFD juga turut membantu dan memberikan respons positif terhadap aksi sosial yang dilakukan oleh para mahasiswa tersebut.

Melalui kegiatan tersebut, Luma Organizer membuktikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membawa perubahan sosial melalui aksi nyata yang bermanfaat bagi lingkungan. Tidak hanya sekadar melakukan kegiatan bersih-bersih, aksi ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan ruang publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *