Scroll untuk baca artikel
News

Dari Meja Silaturahmi ke Arah Perubahan: Sultan-Sultan Sumatera Timur Satukan Langkah Bangun Pantai Timur

312
×

Dari Meja Silaturahmi ke Arah Perubahan: Sultan-Sultan Sumatera Timur Satukan Langkah Bangun Pantai Timur

Sebarkan artikel ini

KABAR SUMUT

Dari Meja Silaturahmi ke Arah Perubahan: Sultan-Sultan Sumatera Timur Satukan Langkah Bangun Pantai Timur.(foto/ist)

Medan | Harian.co.id,– Menjadi momentum bersejarah bagi kebangkitan spirit kebersamaan Kesultanan di Pantai Timur Sumatera. Bertempat di Aobi Cafe Siba City, Medan, para Sultan Sumatera Timur duduk satu meja dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan namun sarat makna strategis. Senin malam, (16/2/2026)

Hadir langsung Sultan Deli Tuanku Lamanjiji Perkasa Alam, Sultan Serdang Tuanku Tengku Ahmad Tala’a, serta Sultan Kualuh Tuanku Tengku Zainul. Turut serta utusan Kesultanan Asahan, Tengku Rina dan Tengku Syahreza, serta utusan Kesultanan Kota Pinang, Datuq Mahadi beserta isteri.

Silaturahmi ini diprakarsai dan difasilitasi oleh Syarifuddin Siba, Ketua BADKO PMPT, yang menginisiasi ruang dialog lintas kesultanan demi merumuskan peran strategis Sultan sebagai pemimpin adat dalam pembangunan masyarakat.

Kesultanan Bukan Sekadar Simbol

Diskusi berlangsung dinamis. Para Sultan sepakat bahwa Kesultanan bukan sekadar simbol sejarah atau seremoni budaya. Mereka adalah pemegang legitimasi adat yang memiliki, Persekutuan wilayah adat, Persekutuan masyarakat adat, Jejak historis panjang, Situs dan simbol budaya yang kuat

Semua itu menjadi modal sosial dan politik budaya “Tuan Negeri” yang memiliki pengaruh nyata di tengah masyarakat.

Agenda Besar Pantai Timur

Pertemuan tersebut merumuskan semangat baru untuk memperjuangkan pembangunan terpadu di wilayah Pantai Timur Sumatera, meliputi:

Penguatan pendidikan berbasis karakter dan budaya Melayu, Pembangunan infrastruktur wilayah pesisir, Pengembangan pertanian dan kelautan, Pelestarian adat dan budaya, Perlindungan lingkungan hidup

Sinergi antar Sultan diharapkan mampu menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat adat dengan program pemerintah, sehingga pembangunan tidak tercerabut dari akar budaya dan nilai kearifan lokal.

Spirit Baru, Harapan Baru

Silaturahmi ini menandai babak baru kolaborasi Kesultanan Sumatera Timur. Dengan semangat persatuan dan visi kesejahteraan bersama, para Sultan menyatakan komitmennya untuk saling mendukung dan berjalan seiring dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

Di tengah tantangan zaman, peran Sultan sebagai penjaga nilai, pengayom masyarakat, sekaligus mitra strategis pemerintah menjadi semakin relevan.

Malam itu bukan sekadar pertemuan biasa. Ia adalah simbol kebangkitan sinergi, harapan, dan tanggung jawab bersama.

Semoga langkah ini menjadi fondasi kokoh menuju Pantai Timur yang lebih makmur, berbudaya, dan bermartabat.(H.O1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *