Scroll untuk baca artikel
News

Pemerintah Klarifikasi Isu BBM Naik: Harga Tetap, Masyarakat Diminta Tak Resah

523
×

Pemerintah Klarifikasi Isu BBM Naik: Harga Tetap, Masyarakat Diminta Tak Resah

Sebarkan artikel ini

Jakarta//Harian.Co.Id — Pemerintah memastikan tidak akan ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun non-subsidi, per 1 April 2026.

Penegasan ini disampaikan menyusul beredarnya informasi keliru di tengah masyarakat terkait rencana penyesuaian harga BBM, khususnya untuk jenis non-subsidi.

Melalui rilis resmi Badan Komunikasi Pemerintah, pemerintah menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah melalui koordinasi bersama Pertamina. Kebijakan ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya menjaga kepentingan masyarakat.

Juru bicara pemerintah, Prasetyo, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada rencana penyesuaian harga BBM. Pemerintah dan Pertamina, kata dia, sepakat untuk tetap menjaga stabilitas harga demi melindungi daya beli masyarakat.

“Setelah kami melakukan koordinasi, dalam hal ini pemerintah bersama dengan Pertamina dan atas petunjuk dari Bapak Presiden untuk selalu mengedepankan kepentingan rakyat, Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non-subsidi,” ujar Prasetyo dalam keterangan resmi, Selasa (31/3/2026).

Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Selain memastikan harga tetap stabil, pemerintah menjamin ketersediaan BBM dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan nasional.

“Kami berharap masyarakat dapat memperoleh informasi yang jelas dan akurat. Tidak perlu panik atau resah karena ketersediaan BBM kami jamin dan tidak ada penyesuaian harga,” tegasnya.

Ke depan, pemerintah akan terus memantau dinamika pasar energi global dan domestik, sekaligus menjaga stabilitas pasokan serta harga BBM. Langkah ini dilakukan untuk mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan menjaga daya tahan masyarakat di tengah berbagai tantangan ekonomi.

(Har-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *