Labuhabatu Selatan, Harian.co.id – Dalam suasana yang teduh dan penuh kekhidmatan, Badan Kemakmuran Mushollah (BKM) Mushollah Al-Ikhlas Aek Batu Selatan, Desa Asam Jawa, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, Sabtu malam (7/2/2026).
Sejak selepas sholat Isya, jamaah dari berbagai lapisan masyarakat tampak memadati halaman mushollah.
Anak-anak, remaja, orang tua, hingga para sesepuh duduk berdampingan, mencerminkan wajah Islam yang ramah dan penuh persaudaraan sebagaimana ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah yang telah lama mengakar di tengah masyarakat.
Peringatan Isra Mikraj merupakan salah satu momentum penting dalam tradisi keislaman warga.

Selain mengenang perjalanan spiritual Rasulullah SAW dalam menerima perintah salat lima waktu, kegiatan ini juga menjadi sarana tafaqquh fid-din serta penguatan nilai-nilai kebersamaan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Dengan mengusung tema “Dari Langit Diturunkan, Di Bumi Ditegakkan, Itulah Perintah Sholat Lima Kali Sehari Semalam”, panitia mengajak jamaah untuk kembali meneguhkan kesadaran bahwa salat bukan sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan ruhani yang menuntun umat agar tetap berada di jalan yang lurus.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Alpin Harahap.
Lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang dibacakan dengan tartil tersebut menghadirkan suasana khusyuk dan menenangkan, mengingatkan jamaah akan pentingnya memulai setiap aktivitas dengan dzikir dan doa.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh masyarakat dan unsur pemerintahan, di antaranya anggota DPRD Labuhanbatu Selatan dari Partai Perindo H. Zahrul Nasution, tokoh masyarakat H. Samsul Bahri Hasibuan, serta penceramah dari Kota Medan, Al-Ustadz Doktor Robin Sirait, M.Pd.
Kehadiran para tokoh ini menjadi penanda kuatnya sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat dalam merawat kehidupan beragama yang harmonis.
Dalam sambutannya, H. Samsul Bahri Hasibuan mengajak jamaah untuk menjadikan peringatan Isra Mikraj sebagai sarana muhasabah diri. Ia menekankan pentingnya menjaga akhlakul karimah, memperkuat ukhuwah islamiyah, serta istiqamah dalam menjalankan ibadah, khususnya salat lima waktu.
“Tradisi peringatan Isra Mikraj ini bukan hanya warisan budaya, tetapi juga wasilah untuk menguatkan iman dan mempererat persaudaraan.
Selama niatnya lillahi ta’ala, insyaallah membawa keberkahan bagi kita semua,” tuturnya.
Salah satu kekhasan peringatan tahun ini adalah keterlibatan aktif generasi muda mushollah.
Anak-anak dan remaja diberi ruang untuk mengikuti berbagai perlombaan bernuansa religi, sebagai bagian dari ikhtiar menanamkan kecintaan terhadap agama sejak usia dini.
Ketua Panitia H. Herman Siregar, didampingi Ketua BKM Hamdan, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membina generasi muda agar tumbuh dalam suasana religius yang sejuk dan membahagiakan.
“Kami berharap anak-anak merasa dekat dengan mushollah, mencintai tradisi keagamaan, dan kelak tumbuh menjadi generasi yang berakhlak baik serta bermanfaat bagi lingkungan,” ujarnya.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan Al-Barzanji, sebuah tradisi yang telah lama hidup di tengah masyarakat Nahdliyin sebagai wujud mahabbah kepada Rasulullah SAW.
Shalawat yang dilantunkan bersama-sama menambah kekhidmatan dan menghadirkan ketenangan batin bagi para jamaah.
Puncak acara diisi dengan mauidhah hasanah oleh Al-Ustadz Dr. Robin Sirait, M.Pd.
Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk menjaga kualitas salat sebagai tiang agama dan sumber ketenangan hidup.
Ia juga menekankan pentingnya sikap moderat (tawassuth), seimbang (tawazun), dan toleran (tasamuh) dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.
“Jika salat terjaga, maka insyaallah perilaku kita juga akan terjaga. Dari salat yang baik akan lahir akhlak yang baik,” pesannya dengan bahasa yang menyejukkan.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Al-Ustadz Doktor. Robin Sirait, M.Pd., sebagai ikhtiar batin memohon keberkahan, keselamatan dan ketenteraman bagi seluruh masyarakat.
Jamaah berharap nilai-nilai kebaikan dari peringatan Isra Mikraj ini dapat terus terjaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah ini, Mushollah Al-Ikhlas Aek Batu Selatan kembali menegaskan perannya sebagai pusat ibadah, dakwah, dan pelestarian tradisi Islam yang ramah dan meneduhkan.
Sebuah ikhtiar kecil namun bermakna dalam merawat iman, tradisi, dan masa depan generasi penerus.
(Abner Hasan Pasaribu)







