Antrean panjang di salah satu SPBU Bahan Bakar Minyak di Jalan Mencirem Paya Geli Sunggal.(foto/Ist)
Medan | Harian.co.id– Sekjen Satgas Inti Prabowo Edison Marbun mengapresiasi langkah cepat dalam merespons kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sumatera Utara.
Kelangkaan BBM yang terjadi dalam beberapa hari terakhir diduga dipicu terhambatnya distribusi akibat pemberhentian massal sopir pengangkut BBM. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengambil langkah strategis dengan menggandeng dan untuk membantu distribusi BBM dari ke sejumlah SPBU.
“Kami mengapresiasi kepekaan dan respons cepat Gubernur Sumatera Utara dalam melihat kondisi di lapangan, khususnya antrean panjang BBM yang sangat berdampak pada masyarakat,” ujar Edison Marbun, Rabu (15/7/2026).
Gubernur Bobby Nasution menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina serta TNI-Polri untuk mengatasi hambatan distribusi tersebut. Pemerintah juga menyiapkan driver sementara serta tim pengamanan guna memastikan distribusi kembali berjalan normal.
“Kami dari pemerintah sudah menyiapkan driver dan tim pengamanan untuk menggantikan sementara sopir yang berhenti, meskipun saat ini proses perekrutannya masih berlangsung,” kata Bobby.

Ia menambahkan, pihaknya meminta agar TNI-Polri segera menyiapkan personel yang dibutuhkan mulai malam hari, sembari menyesuaikan kebutuhan distribusi dari Pertamina.
Namun demikian, Bobby juga menyentil Pertamina karena dinilai kurang cepat menyampaikan persoalan internal kepada . Menurutnya, keterlambatan komunikasi menyebabkan dampak langsung dirasakan masyarakat pada Selasa 14 Juli 2026.
“Jangan sampai masalah internal mengganggu kehidupan masyarakat. Jika sejak awal diinformasikan, tentu bisa segera kita bantu carikan solusi bersama,” tegasnya.
Sementara itu, pihak Pertamina sebelumnya menjelaskan bahwa antrean panjang di sejumlah SPBU, khususnya di Kota Medan, juga dipengaruhi meningkatnya kebutuhan BBM selama periode libur sekolah.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional Sumbagut Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyebut pihaknya terus melakukan optimalisasi distribusi guna menjaga layanan kepada masyarakat.
“Optimalisasi distribusi dilakukan sebagai upaya percepatan penyaluran, menyusul tingginya kebutuhan BBM masyarakat dalam beberapa waktu terakhir,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pertamina terus menyesuaikan pola penyaluran serta memprioritaskan pengiriman ke SPBU yang membutuhkan pasokan agar distribusi tetap berjalan lancar.
Dengan sinergi antara Pemerintah Daerah, TNI-Polri, dan Pertamina, diharapkan distribusi BBM di Sumatera Utara dapat segera kembali normal dan antrean di SPBU dapat terurai dalam waktu dekat.(H.01)










