Foto : Edison Marbun: Fondasi Menuju Swasembada dan Peluang Ekspor.(Ist)
Medan | Harian.co.id,-Sekretaris Jenderal Satgas Inti Prabowo (SIP),menegaskan bahwa stok beras nasional yang terus menguat menjadi fondasi penting bagi terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.
Hal tersebut sejalan dengan pernyataan Menteri Pertanian dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakor) Pertanian, yang menyebutkan stok beras nasional saat ini telah mencapai sekitar 3,5 juta ton dan berpotensi menembus 6 juta ton apabila tren produksi tetap meningkat hingga musim panen berikutnya.
Menurut Edison Marbun, capaian ini bukan sekadar angka statistik, melainkan indikator kuat bahwa kebijakan penguatan sektor pertanian mulai menunjukkan hasil nyata. Surplus beras tersebut bahkan membuka peluang strategis bagi Indonesia untuk melangkah ke tahap berikutnya, yakni kesiapan melakukan ekspor beras secara selektif dan terukur.
“Ketahanan pangan adalah pilar kedaulatan bangsa. Ketika stok kuat dan produksi stabil, Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga berpeluang menjadi pemain di pasar global,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Lebih lanjut, Edison menilai keberhasilan menjaga stok beras tidak terlepas dari berbagai program pemerintah, seperti cetak sawah baru, optimalisasi lahan rawa dan tadah hujan, serta peningkatan produktivitas melalui mekanisasi pertanian dan dukungan sarana produksi. Upaya tersebut diyakini mampu menjaga kesinambungan produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Sementara itu, Mentan Amran juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah, penyuluh, serta para petani yang dinilainya sebagai pahlawan pangan. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga momentum produksi dan stabilitas stok nasional.
Kedepan, pemerintah menargetkan surplus beras dapat dipertahankan secara konsisten, disertai penguatan cadangan pangan strategis dan sistem distribusi yang efisien. Dengan demikian, Indonesia diharapkan semakin kokoh sebagai bangsa yang mandiri, berdaulat, dan tangguh di bidang pangan.(H.01)






