Rico Waas Wali Kota Medan Tinjau BTN Medan Labuhan, Banjir Jadi Keluhan Utama Warga Kawasan Komplek BTN Lingkungan XI, Kecamatan Medan Labuhan.(foto/ist)
Medan Labuhan | Harian.co.id– Wali Kota Medan, Rico Waas, meninjau langsung kawasan Komplek BTN Lingkungan XI, Kecamatan Medan Labuhan, yang selama ini kerap terdampak banjir, Jumat (19/6/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat kondisi riil di lapangan sekaligus menyerap aspirasi warga.

Dalam peninjauan tersebut, Rico Waas didampingi Camat Medan Labuhan Elias Padang, Lurah Besar Gandi, serta sejumlah warga setempat. Kehadiran orang nomor satu di Kota Medan ini disambut antusias oleh masyarakat yang telah lama menghadapi persoalan banjir berulang, baik akibat curah hujan tinggi maupun air rob.
Perwakilan warga menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Wali Kota yang dinilai membawa harapan baru bagi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Wali Kota yang telah meluangkan waktu untuk mendengarkan langsung keluhan kami. Selama ini, persoalan banjir menjadi keresahan utama warga,” ujar Nelly Sri Rezeki salah satu perwakilan warga.

Dalam dialog yang berlangsung, warga memaparkan kondisi yang mereka alami, termasuk dampak banjir terhadap kehidupan sehari-hari. Mayoritas warga di kawasan tersebut merupakan lanjut usia, dengan rentang usia antara 60 hingga 70 tahun.
“Kami tidak menuntut hal yang muluk-muluk. Warga di sini, khususnya para orang tua, hanya ingin hidup dengan tenang dan nyaman tanpa rasa khawatir setiap kali hujan turun atau air rob datang,” lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, Rico Waas menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Medan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengatasi persoalan banjir di kawasan tersebut. Pada tahap awal, Pemko Medan akan melakukan normalisasi saluran drainase guna memperlancar aliran air dan mengurangi genangan.
“Langkah pertama yang akan dilakukan adalah normalisasi drainase agar aliran air lebih lancar dan genangan dapat diminimalkan,” ujar Rico Waas.
Selain itu, Pemko Medan juga merencanakan pembebasan lahan sebagai bagian dari program penanganan banjir jangka panjang. Pada tahun 2027, pemerintah akan mengupayakan penganggaran pembangunan sistem pengendalian banjir yang terintegrasi dari kawasan Siluang hingga Parit Belanda.
Upaya lainnya termasuk normalisasi parit di kawasan ujung Tangkahan yang berbatasan dengan Sungai Kera, sebagai bagian dari pengendalian banjir di wilayah Medan Labuhan.
Tidak hanya fokus pada penanganan banjir, Pemko Medan juga berencana melakukan pengecoran jalan di kawasan BTN pada tahun ini. Program tersebut akan diprioritaskan pada ruas jalan utama guna meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan masyarakat.
Mewakili warga, Nely kembali menegaskan harapan agar seluruh rencana yang telah disampaikan dapat segera direalisasikan.“Kami berharap apa yang sudah disampaikan Pak Wali Kota dapat segera direalisasikan. Persoalan banjir ini sudah lama menjadi keluhan warga dan kami sangat berharap ada solusi nyata,” ujarnya.
Warga juga berharap seluruh program, baik normalisasi drainase, pembangunan sistem pengendalian banjir, maupun perbaikan infrastruktur jalan, dapat berjalan sesuai rencana sehingga kualitas hidup masyarakat meningkat dan terbebas dari ancaman banjir yang selama ini terus berulang. (H.01)












