Labusel, Harian.co.id – Wilayah Dusun Asam Jawa Timur dan Dusun Asam Jawa Barat, Desa Asam Jawa Kecanatan Torgamba Labuhanbatu Selatan saat ini tengah dilanda kekhawatiran serius akibat gelombang pencurian berulang yang mengancam ketenangan masyarakat.
Meskipun warga telah berulang kali menyuarakan keprihatinan, hingga kini belum ada tindakan nyata dari kepala dusun setempat.
Harian.co.id menerima laporan kronologi lengkap yang memperlihatkan pola kejahatan yang semakin berani, terorganisir, dan seolah menantang hukum.
Kronologi Rentetan Teror Kejahatan
Pola kriminalitas di wilayah ini menunjukkan eskalasi yang sangat mengkhawatirkan, dengan rincian kejadian sebagai berikut:
29 Desember 2025, Pukul 04.00 WIB:
Aksi sindikat terjadi secara simultan di dua lokasi berbeda. Dua unit komputer dan satu unit mobil pickup Grand Max raib digondol pencuri, masing-masing satu titik di Dusun Asam Timur dan satu di Dusun Asam Jawa Barat.
Kejadian di dini hari ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai sistem keamanan lingkungan yang tampak lumpuh total.
31 Januari 2026, Pukul 17.30 WIB:
Kejahatan bergeser ke ruang publik dan dilakukan pada sore hari. Satu unit sepeda motor hilang di area lapangan bola wilayah Dusun Asam Jawa Barat. Aksi nekat di saat masyarakat masih beraktivitas ini menjadi bukti nyata hilangnya rasa takut pelaku terhadap pengawasan aparat desa.
14 Februari 2026, Pukul 03.00 WIB:
Pencurian kembali pecah dengan modus yang lebih mengancam keselamatan fisik. Pelaku membongkar jendela rumah warga dan menggasak sepeda motor tepat di depan lapangan bola kaki Dusun Asam Jawa Barat.
11 Maret 2026, Pukul 23.00 WIB (Momentum Israk Mi’raj):
Puncak keresahan warga tumpah dalam acara peringatan Israk Mi’raj. Seorang tokoh masyarakat secara terbuka menghimbau Kepala Dusun Timur dan Barat untuk segera mengambil tindakan serius terhadap rentetan pencurian dan dugaan peredaran narkoba yang kian bebas. Namun, ironisnya, hingga laporan ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi maupun kebijakan nyata dari kepala dusun masing-masing.
Kekhawatiran Warga dan Indikasi Pembiaran
Masyarakat menilai kelalaian aparat lokal telah memberikan “karpet merah” bagi para pelaku kriminal untuk beroperasi tanpa rasa takut. Beberapa warga secara tegas mempertanyakan tanggung jawab pemimpin lokal mereka.
”Seharusnya ada patroli rutin dan sistem pengaduan cepat. Kalau aparat dusun diam saja, siapa yang bertanggung jawab jika terjadi kejadian yang lebih parah atau jatuh korban jiwa?” ungkap salah seorang warga dengan nada kecewa.
Desakan Kepada Camat Torgamba dan APH
Masyarakat kini menaruh harapan besar kepada Camat Torgamba, Boy Gusman, agar segera mengambil langkah tegas. Warga mendesak Camat untuk
memanggil Resmi kedua kepala dusun yang dinilai lalai dalam menjalankan fungsinya.
Mengevaluasi Kinerja aparat desa dan memastikan pengawasan keamanan di tingkat RT/RW berjalan efektif.
Menginstruksikan Aktivasi Siskamling dan patroli malam rutin yang terintegrasi.
Selain kepada pihak kecamatan, warga juga mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), baik dari Polsek Torgamba maupun Polres Labuhanbatu Selatan, untuk melakukan penyelidikan mendalam atas hilangnya aset-aset warga (mobil dan motor) serta memberantas akar masalah yang diduga kuat berkaitan dengan peredaran narkoba.
Kasus di Asam Jawa menjadi catatan penting bagi pihak berwenang bahwa diam terhadap kejahatan sama artinya dengan menyetujui keresahan masyarakat terus berlanjut. Harian.co id akan terus memantau perkembangan kasus ini, sekaligus menunggu respon resmi dari Camat, Kepala Dusun, dan aparat kepolisian terkait demi terciptanya keamanan yang layak bagi warga Asam Jawa, khususnya di Dusun Asam Jawa Timur dan Asam Jawa Barat.
(AHAS)







