Scroll untuk baca artikel
Artikel

Dekopin Sumut Komit Dukung Ekonomi Kerakyatan Melalui Koperasi

34
×

Dekopin Sumut Komit Dukung Ekonomi Kerakyatan Melalui Koperasi

Sebarkan artikel ini

Kabar Pemerintah

Ketua Dekopin Sumatera Utara, Zulkifli Utama, SE, menyampaikan bahwa koperasi ke depan harus semakin eksis, hidup, dan mampu menjadi penggerak utama ekonomi rakyat sekaligus berkontribusi terhadap perekonomian nasional.(foto/ist)

Lubuk Pakam (Deli Serdang) | HARIAN.CO.ID,–Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Sumatera Utara menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penguatan koperasi, baik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) maupun koperasi konvensional. Program ini sejalan dengan Program Strategis Nasional (PSN) yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Ketua Dekopin Sumatera Utara, Zulkifli Utama, SE, menyampaikan bahwa koperasi ke depan harus semakin eksis, hidup, dan mampu menjadi penggerak utama ekonomi rakyat sekaligus berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

“Permasalahan utama koperasi saat ini adalah sejauh mana kualitas SDM pengelolanya dalam memahami fungsi dan peran koperasi yang sesungguhnya. Sesuai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992, koperasi memiliki tiga perangkat organisasi utama, yaitu Rapat Anggota sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, Pengurus, dan Pengawas,” ujar Zulkifli Utama.

Pernyataan tersebut disampaikan di sela kegiatan Diskusi Publik Tantangan dan Hambatan Serta Strategi Meningkatkan Ekonomi Kerakyatan Nasional Melalui Peningkatan Kapasitas Koperasi di Wilayah Sumatera Utara, yang digelar di Lubuk Pakam, Rabu (4/2).

Diskusi publik ini turut dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Deli Serdang, Dr. Hj. Miska Gewasari, MM, Fungsional Pengawas Koperasi Ahli Muda Dinas Koperasi UKM Provinsi Sumatera Utara, Juniari Siahaan, S.Kom, M.Si, serta para pengurus KDKMP dan koperasi konvensional.

Zulkifli menegaskan, tanpa SDM yang kompeten dan memahami tata kelola koperasi, mustahil koperasi dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

“Karena itu, diskusi publik ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kualitas SDM pengurus koperasi, agar koperasi benar-benar bisa dikelola secara profesional,” tambahnya.

Sementara itu, Juniari Siahaan mengungkapkan bahwa hingga tahun 2026, jumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Sumatera Utara baru mencapai sekitar 6.100 koperasi, dan dari jumlah tersebut, baru sekitar 20 persen yang telah memiliki gerai usaha.

“Melalui diskusi ini, kami ingin menginventarisasi persoalan di lapangan. Koperasi akan berjalan baik jika pengurus, anggota, pengawas, dan pemerintah berjalan searah. Semua pihak harus terlibat aktif,” jelas Juniari.

Ia juga menyebutkan bahwa berbagai masukan dari peserta akan dirangkum dan disampaikan, termasuk wacana agar KDKMP berperan lebih aktif dalam kemitraan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), bersama koperasi konvensional yang telah siap dan memiliki aset pendukung.

Di tempat yang sama, Kadis Koperasi dan UKM Deli Serdang, Dr. Hj. Miska Gewasari, MM, berharap pertemuan tersebut dapat memberikan gambaran nyata tentang kondisi koperasi saat ini sekaligus menghasilkan rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah dan provinsi.

“Terima kasih kepada Dekopin Sumut yang telah menggagas kegiatan ini. Mudah-mudahan Sumatera Utara dengan posisi strategisnya mampu meningkatkan kualitas manajemen dan tata kelola koperasi,” ujarnya.

Miska menambahkan, koperasi saat ini dihadapkan pada tantangan besar berupa perubahan zaman, teknologi, dan kebijakan yang terus berkembang.

“Koperasi harus tetap menjadi sokoguru perekonomian Indonesia. Kita perlu semangat yang sama agar koperasi tetap eksis, adaptif terhadap perkembangan zaman, meminimalisir sektor simpan pinjam, dan lebih mengutamakan penguatan sektor riil,” pungkasnya.(Lie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *