Rp399 Juta untuk Hotmix Kampung Banjar II, Warga Tantang Pemkab Labusel Buktikan Kualitas
Labuse,Harian.co.id
Proyek hotmix Kampung Banjar II, Kelurahan Kotapinang, Labuhanbatu Selatan, mulai menjadi sorotan. Warga meminta Pemkab Labusel tidak hanya melihat aspal yang tampak mulus, tetapi membuktikan kualitasnya melalui uji teknis di lapangan.

Proyek bernilai Rp399.313.400 dari DBH itu dikerjakan CV Syarini Bersaudara berdasarkan Kontrak Nomor 038/SPK/PPKom-BM 1/DPUTR/2026 dengan masa pelaksanaan 90 hari.
Pertanyaan warga cukup mendasar: berapa panjang ruas yang dikerjakan, berapa ketebalan aspal sebenarnya, apakah volume material sesuai kontrak, dan apakah hotmix dihamparkan pada temperatur yang memenuhi spesifikasi?
Ketiadaan informasi panjang ruas pada papan proyek turut dipersoalkan. Warga menilai transparansi penting agar masyarakat dapat ikut mengawasi pekerjaan yang dibiayai uang negara.
“Jangan hanya dilihat hitam dan mulusnya. Kami ingin kualitasnya dibuktikan,” kata seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
PPK PU, Toni, saat dikonfirmasi Rabu (7/10/2026), membenarkan panjang pekerjaan tidak dicantumkan pada papan proyek dan menyebutnya sebagai hal yang lazim. Untuk wearing course, ia menyebut standar ketebalan sekitar 5 sentimeter.

Namun, warga menilai pernyataan tersebut belum cukup. Pengukuran dan pengujian teknis dianggap menjadi cara paling objektif untuk menjawab seluruh keraguan.
Bupati Labuhanbatu Selatan Fery Sahputra Simatupang pun diharapkan memerintahkan perangkat teknis turun langsung melakukan pemeriksaan.
Jika sesuai, umumkan hasilnya kepada publik. Jika ditemukan kekurangan, segera perbaiki sesuai aturan.
Sebab uang rakyat bukan hanya harus dibelanjakan, tetapi juga harus dipertanggungjawabkan lewat kualitas pembangunan.(JC)











