Ket. Foto : HMNI Gelar Diskusi Bersama Rumpun Nelayan Terjun di Hamparan Perak.(Ist- Lili Suheli,ST)
Hamparan Perak, Deli Serdang | Harian.co.id,– Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI) Sumatera Utara terus menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan kesejahteraan nelayan. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan diskusi bersama Rumpun Nelayan Terjun yang digelar di Jalan P. Usman Raya No. 98 A, Dusun I, Desa Hamparan Perak, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Minggu malam (12/4/2026).
Diskusi ini menjadi bagian dari upaya mendorong keterlibatan aktif elemen masyarakat dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam pengentasan kemiskinan di sektor pesisir dan kelautan.
Dalam sambutannya, OK. Muhammad Hatta, SH., MH menyampaikan bahwa keberadaan Rumpun Nelayan Terjun akan menjadi bagian penting dalam struktur organisasi ke depan.
“Rumpun Nelayan Terjun ini nantinya akan menjadi bagian dari distrik dalam penguatan organisasi nelayan. Ini penting untuk membangun kekuatan kolektif dan memperjuangkan hak-hak nelayan secara terstruktur,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa nelayan merupakan salah satu pilar penting dalam ketahanan pangan nasional, sehingga perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun organisasi masyarakat.
Bangun Sistem Organisasi Modern dan Strategis
Dalam forum tersebut juga dipaparkan konsep besar struktur organisasi strategis Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HMNI periode 2026–2029 yang dirancang modern, terintegrasi, dan berbasis kebutuhan lapangan.

Struktur ini mencakup enam bidang utama (Wakil Ketua Umum/WKU), antara lain:
Bidang Hankam & Advokasi: Fokus pada perlindungan hukum nelayan dan pengawasan wilayah laut
Bidang Sosial Ekonomi: Penguatan koperasi dan pemutusan rantai tengkulak
Bidang Pangan & Kelautan: Peningkatan produksi dan ekspor hasil laut
Bidang Pengembangan Organisasi: Kaderisasi dan penguatan basis nelayan
Bidang Komunikasi dan Informasi: Digitalisasi data dan sistem informasi nelayan
Program Khusus dan Satgas: Pengawalan BBM subsidi dan pembangunan kampung nelayan

Target Besar: Nelayan Mandiri dan Berdaulat
HMNI menargetkan sejumlah capaian strategis hingga tahun 2029, di antaranya:
. Terwujudnya 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih
. Digitalisasi data nelayan berbasis by name by address
. Pemutusan ketergantungan nelayan terhadap tengkulak di ratusan pelabuhan
. Ekspor langsung hasil laut oleh nelayan (direct call)
Selain itu, dibentuk pula berbagai komite teknis seperti:
Komite Tata Kelola Lobster
Komite Modernisasi Armada
Komite Blue Carbon
Komite Asuransi Nelayan
Strategi Kekuatan: Data, Ekonomi, dan Lapangan
Sebagai langkah penguatan organisasi, HMNI mengusung tiga strategi utama:
1. Kedaulatan Data – membangun sistem digitalisasi data nelayan secara mandiri
2. Kedaulatan Ekonomi – menjadikan HMNI sebagai off-taker hasil tangkap nelayan
3. Kedaulatan Lapangan – menghadirkan Satgas sebagai pengawal hak nelayan
Harapan untuk Nelayan Sumut
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum awal kebangkitan nelayan di Sumatera Utara, khususnya di wilayah pesisir Hamparan Perak, agar lebih terorganisir, mandiri, dan memiliki posisi tawar yang kuat.
Dengan sinergi antara organisasi, masyarakat, dan pemerintah, kesejahteraan nelayan diyakini dapat meningkat secara signifikan dan berkelanjutan.(H.01)









