Mhd. Aldi Rinaldi Pekerja Kontruksi Civil Saat Berada di Hokaido Jepang Kisah Pekerja Migran di Jepang Budaya Tertib Sampah Jadi Teladan.(foto/Ist)
Medan | Harian.co.id,-Setiap orangtua tentu menginginkan yang terbaik bagi anak-anaknya. Hal inilah yang dirasakan oleh Lili Suheli, ST, saat melepas putranya, M. Aldi Rinaldi (26), untuk bekerja di Jepang sebagai Pekerja Kontruksi Civil. Meski sempat diliputi rasa cemas dan berharap sang anak berkarier di dalam negeri, tekad kuat Aldi akhirnya mengantarkannya merantau hingga ke Hokkaido, Jepang. Senin (13/4/2026)

Perjalanan Aldi menuju dunia kerja di luar negeri bukanlah hal yang instan. Ia harus melalui serangkaian proses panjang, mulai dari magang di asrama selama tujuh bulan, pelatihan singkat di Tangerang selama empat hari, hingga melanjutkan pelatihan intensif selama satu bulan di Hokkaido. Bahkan, pada bulan kedua masa pelatihan, ia hanya menerima uang makan, sebelum akhirnya mendapatkan pekerjaan penuh pada bulan ketiga.

Memasuki bulan keempat, komunikasi antara Aldi dan orangtuanya semakin intens. Ia mulai menceritakan berbagai pengalaman hidup di Jepang, mulai dari kondisi iklim, budaya kerja, hingga tingkat kedisiplinan masyarakat yang sangat tinggi.

Salah satu hal yang paling menarik perhatian adalah sistem pengelolaan sampah rumah tangga di Jepang yang sangat tertata. Masyarakat di sana terbiasa memilah sampah sesuai jenisnya, seperti sampah organik, plastik, hingga barang daur ulang lainnya. Menariknya, tempat sampah umum di sekitar rumah warga justru sangat minim ditemukan.
“Hampir tidak ada tempat sampah di rumah warga. Mereka mengemas sampah rumah tangga dalam plastik sesuai kategori, lalu diletakkan di titik tertentu untuk diangkut petugas,” ujar Aldi.

Sistem ini tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas bau, tetapi juga mencerminkan tingkat kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan yang telah ditetapkan pemerintah.
Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga sekaligus inspirasi bagi masyarakat Indonesia, khususnya di Kota Medan. Perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil, seperti membiasakan diri memilah sampah dari rumah tangga.
Dengan kesadaran bersama dan kepatuhan terhadap aturan, bukan tidak mungkin Indonesia dapat mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata, sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.(H.01)









