Scroll untuk baca artikel
News

“Tidak Ada Ruang untuk Narkoba”: Warga Rantau Bais Angkat Suara, Pasang Spanduk Perlawanan

5
×

“Tidak Ada Ruang untuk Narkoba”: Warga Rantau Bais Angkat Suara, Pasang Spanduk Perlawanan

Sebarkan artikel ini

Rokan Hilir, Harian co id – Kalau kampungmu mulai digerogoti narkoba, apa yang akan kamu lakukan?

Di Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, jawabannya jelas: lawan bersama.

Minggu 17 Mei 2026, suasana di desa itu berbeda. Spanduk-spanduk penolakan narkoba terpasang di pinggir jalan dan area publik. Bukan sekadar pajangan. Itu adalah suara warga yang sudah muak melihat generasi muda terancam hancur oleh barang haram.

“Masyarakat Rantau Bais sepakat. Tidak ada tempat untuk bandar, pengedar, apalagi pemakai di kampung kami,” kata warga yang ikut turun memasang spanduk.

Aksi ini muncul setelah Polsek Tanah Putih melakukan penggerebekan dan penggeledahan di wilayah tersebut pada 27 April 2026 lalu. Warga menyebut langkah polisi itu sebagai angin segar, tapi mereka ingin lebih dari sekadar razia sesaat.

Dukungan Penuh, Tapi Ada Syaratnya  

Datuk Penghulu Rantau Bais, H. Adrizam, menegaskan bahwa kepenghuluan dan masyarakat sudah satu suara: perang terhadap narkoba.

“Kami tidak ingin anak-anak muda Rantau Bais hancur karena narkoba. Kampung ini harus bersih. Kami dukung penuh polisi bertindak tegas tanpa pandang bulu,” ujarnya.

Tokoh masyarakat Yusri Kandar, ST, menilai narkoba bukan lagi isu jauh. Ia sudah di depan mata dan bisa merusak moral serta memicu kejahatan jika dibiarkan.

“Kalau aparat setengah-setengah, masyarakat tidak akan diam. Kami siap bergerak untuk menjaga kampung dan menyelamatkan generasi muda,” tegasnya.

Pemuda Siap Turun ke Jalan  

Suara paling keras datang dari Ketua Karang Taruna Rantau Bais, Sukrin Alatas. Bagi pemuda di sana, ini bukan waktu untuk diam.

“Kami sudah muak. Jangan sampai kampung kami jadi sarang narkoba. Kalau aparat tidak bertindak tegas, kami yang akan turun langsung. Ini harga diri kampung,” katanya.

Bagi warga Rantau Bais, spanduk yang mereka pasang hari ini adalah garis batas. Di satu sisi ada kampung yang ingin tetap aman, bersih, dan jadi tempat tumbuh bagi anak-anak. Di sisi lain ada ancaman narkoba yang ingin mereka usir jauh-jauh.

Dan pesannya sederhana: Rantau Bais tidak buka pintu untuk narkoba.

 

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *