Ket. Foto Raja Hara Premium Olah Limbah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Cair Ramah Lingkungan.(Ist)
Hamparan Perak, Harian.co.id,-Upaya mitigasi pemanasan global dan penanganan krisis lingkungan terus didorong melalui berbagai pendekatan, termasuk inisiatif berbasis masyarakat. Salah satunya dilakukan melalui Gerakan Pejuang Iklim yang dikembangkan oleh UMKM masyarakat dengan produk unggulan Raja Hara Premium, pupuk organik cair berbahan baku limbah rumah tangga. Minggu, (8/2/2026)

Inisiatif ini digerakkan oleh Bahtiar (53), warga Desa Andansari, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Sejak beberapa tahun terakhir, Bahtiar secara konsisten mengumpulkan limbah dapur dari 317 kepala keluarga untuk diolah menjadi pupuk organik cair (POC). Program tersebut tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam pengurangan volume sampah organik dan potensi emisi pencemar lingkungan.

POC Raja Hara Premium diproduksi dalam empat varian utama, yakni anti jamur patogen untuk tanaman, suplemen ternak darat, suplemen ternak air (ikan), serta suplemen anti jamur multifungsi. Produk tersebut diformulasikan dari sari tumbuhan, unsur hewani, dan tanaman herbal pilihan, melalui proses fermentasi alami yang berlangsung hingga 100 hari guna menjaga kualitas dan kestabilan kandungan nutrisi.

Pupuk organik cair ini mengandung 17 unsur mineral esensial, mikroflora dan mikroba aktif, ZPT (Zat Pengatur Tumbuh), serta pestisida hayati. Selain itu, terkandung pula unsur hara penting seperti C-Organik, rasio C/N, Nitrogen (N), Fosfor (P₂O₅), kadar air, pH seimbang, Fe-Total, dan Zn-Total. Dengan komposisi tersebut, Raja Hara Premium dapat digunakan pada berbagai jenis tanaman dan dinilai mampu meningkatkan kualitas serta produktivitas hasil pertanian.

Untuk memastikan efektivitas produk, POC Raja Hara Premium juga telah melalui uji aktivitas bersama akademisi pertanian serta pendampingan dari Dinas Pertanian. Pengujian dilakukan pada berbagai fase pertumbuhan tanaman. Hasil pengamatan menunjukkan tanaman yang sebelumnya mengalami gejala layu mengalami perbaikan signifikan setelah pemupukan, ditandai dengan pertumbuhan daun yang lebih lebat, warna daun lebih hijau, serta perkembangan akar serabut yang lebih kuat.

Selain sektor pertanian, produk ini juga dimanfaatkan oleh peternak ikan darat dan air tawar. Suplemen ternak air yang dikembangkan mampu membantu petani ikan menghemat penggunaan air karena kolam tidak perlu sering dikuras. Meskipun kondisi air terlihat keruh, ikan tetap dapat hidup sehat dan berkembang secara optimal.
Keberadaan UMKM Raja Hara Premium dinilai mencerminkan model ekonomi rakyat berbasis lingkungan, yang sejalan dengan upaya pemerintah dalam pengelolaan sampah, pengurangan emisi, serta penyediaan alternatif pupuk ramah lingkungan bagi petani. Dengan harga yang relatif terjangkau dan aplikasi yang mudah, produk ini menjadi salah satu contoh inovasi masyarakat dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.
“Ini bukan semata-mata soal pupuk, tetapi tentang menjaga keberlanjutan lingkungan dan masa depan bersama,” kata Bahtiar.(H.O1)







