Pembukaan Seminar Kedatukan Empat Melayu Deli di Dakshina Hotel Jl. SM Raja.(foto/Ist)
Medan | Harian.co.id,– Upaya pelestarian nilai-nilai sejarah dan peradaban Melayu terus digencarkan melalui seminar bertajuk “Mengenal Kedatukan Empat Melayu Deli” yang digelar di Medan. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, 27–30 April 2026, bertempat di Dhaksina Hotel, Jalan Sisingamangaraja, dengan jadwal kegiatan setiap hari pukul 08.00 hingga 17.30 WIB.

Seminar yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan ini menjadi ruang strategis untuk mengkaji kembali eksistensi Kedatukan dalam sejarah Kesultanan Deli. Dalam catatan sejarah, Kedatukan Empat Melayu Deli memiliki peran penting dalam menentukan, menjaga, serta mengawal keberlangsungan tahta kesultanan sebelum sistem pemerintahan bertransformasi ke era Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tokoh pemuda Melayu Sumatera Utara, OK Muhd Hatta Kadri yang akrab disapa Bang OK, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai seminar ini sangat penting dan dinantikan masyarakat sebagai sarana edukasi untuk memahami sejarah Kedatukan Kesultanan Deli.

Menurutnya, perhatian Pemerintah Kota Medan terhadap pelestarian sejarah dan budaya patut diapresiasi, khususnya di bawah kepemimpinan Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas. Ia menilai kepemimpinan tersebut menunjukkan komitmen serius dalam menggali dan mengembangkan potensi sejarah serta kebudayaan di Tanah Deli.
“Melalui momentum ini, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program-program pembangunan Kota Medan, demi terwujudnya visi Medan Bertuah dan Medan untuk Semua,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa para pemimpin sebelumnya telah memberikan kontribusi besar dalam membangun Kota Medan, seperti Bachtiar Djafar, Abdillah, Ramli, Rahudman Harahap, Tengku Dzulmi Eldin, serta Ahyar Nasution yang telah menorehkan kontribusi penting bagi kemajuan kota.
Bang OK berharap kepemimpinan saat ini dapat melanjutkan bahkan melampaui capaian tersebut, serta membuktikan bahwa generasi muda juga mampu menghadirkan perubahan positif dan menorehkan sejarah baru bagi Kota Medan.

Sejumlah tokoh adat tampil sebagai narasumber dalam seminar ini, di antaranya Wan Fahrurozi Baros, Datuk Syalahfatih Ichsan, serta Datoq Seri Adil Fredi Habrahan yang dipercaya sebagai pembicara utama pada sesi pembuka.
Dalam paparannya, Datoq Seri Adil Fredi Habrahan menegaskan bahwa Kedatukan bukan sekadar simbol adat, melainkan pilar penting dalam menjaga marwah, tatanan sosial, dan identitas budaya Melayu. Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak hanya mengenal sejarah, tetapi aktif merawat serta melestarikan nilai-nilai luhur warisan leluhur.

Mengusung tema “Melangkah Bersama, Merawat Warisan, Mengangkat Marwah”, seminar ini menjadi refleksi komitmen kolektif dalam menjaga keberlanjutan budaya Melayu Deli di tengah arus modernisasi.
Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan kesadaran baru di tengah masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menghargai, menjaga, dan meneruskan warisan sejarah sebagai bagian dari jati diri bangsa. (H.01)





