Scroll untuk baca artikel
News

Sekjen SIP Edison Marbun Apresiasi Komitmen Dekopin Sumut

54
×

Sekjen SIP Edison Marbun Apresiasi Komitmen Dekopin Sumut

Sebarkan artikel ini

Alif Alfonso

Sekjen SIP Edison Marbun Apresiasi Komitmen Dekopin Sumut.(foto/ist/dokpri)

Lubuk Pakam  | Harian.co.id,– Sekretaris Jenderal Satgas Inti Prabowo (SIP), Edison Marbun, mengapresiasi komitmen Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Sumatera Utara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penguatan koperasi, baik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) maupun koperasi konvensional. Upaya ini sejalan dengan Program Strategis Nasional (PSN) yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Diskusi Publik Tantangan dan Hambatan Serta Strategi Meningkatkan Ekonomi Kerakyatan Nasional Melalui Peningkatan Kapasitas Koperasi di Wilayah Sumatera Utara, yang digelar di Lubuk Pakam, Rabu (4/2).

Ketua Dekopin Sumatera Utara, Zulkifli Utama, SE, menyampaikan bahwa koperasi ke depan harus semakin eksis, hidup, dan mampu menjadi penggerak utama ekonomi rakyat sekaligus berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

“Permasalahan utama koperasi saat ini adalah kualitas SDM pengelolanya, terutama dalam memahami fungsi dan peran koperasi yang sesungguhnya. Sesuai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992, koperasi memiliki tiga perangkat organisasi utama, yaitu Rapat Anggota sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, Pengurus, dan Pengawas,” ujar Zulkifli Utama.

Ia menegaskan, tanpa SDM yang kompeten dan memahami tata kelola koperasi, koperasi sulit berkembang secara sehat dan berkelanjutan.

“Karena itu, diskusi publik ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kualitas SDM pengurus koperasi agar pengelolaan koperasi benar-benar profesional,” tambahnya.

Diskusi publik tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Deli Serdang, Dr. Hj. Miska Gewasari, MM, Fungsional Pengawas Koperasi Ahli Muda Dinas Koperasi UKM Provinsi Sumatera Utara, Juniari Siahaan, S.Kom, M.Si, serta para pengurus KDKMP dan koperasi konvensional.

Sementara itu, Juniari Siahaan mengungkapkan bahwa hingga tahun 2026, jumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Sumatera Utara baru mencapai sekitar 6.100 koperasi, dan dari jumlah tersebut baru sekitar 20 persen yang memiliki gerai usaha.

“Melalui diskusi ini, kami ingin menginventarisasi persoalan di lapangan. Koperasi akan berjalan baik jika pengurus, anggota, pengawas, dan pemerintah berjalan searah. Semua pihak harus terlibat aktif,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa berbagai masukan peserta akan dirangkum dan disampaikan, termasuk wacana agar KDKMP berperan lebih aktif dalam kemitraan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama koperasi konvensional yang telah siap dan memiliki aset pendukung.

Di tempat yang sama, Kadis Koperasi dan UKM Deli Serdang, Dr. Hj. Miska Gewasari, MM, berharap kegiatan ini dapat memberikan gambaran objektif kondisi koperasi saat ini sekaligus menghasilkan rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah dan provinsi.

“Terima kasih kepada Dekopin Sumut yang telah menggagas kegiatan ini. Mudah-mudahan Sumatera Utara, dengan posisi strategisnya, mampu meningkatkan kualitas manajemen dan tata kelola koperasi,” ujarnya.

Miska menambahkan, koperasi saat ini dihadapkan pada tantangan perubahan zaman, perkembangan teknologi, serta dinamika kebijakan.

“Koperasi harus tetap menjadi sokoguru perekonomian Indonesia. Kita perlu semangat yang sama agar koperasi tetap eksis, adaptif terhadap perkembangan zaman, meminimalisir sektor simpan pinjam, dan lebih mengutamakan penguatan sektor riil,” pungkasnya.(Lie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *